RI promosikan sarang burung walet lewat kompetisi masak

RI promosikan sarang burung walet lewat kompetisi masak

Atase Perdagangan RI Beijing Marina Novira ditemui saat menghadiri kompetisi masak untuk mengolah sarang burung walet asal Indonesia di Tangerang, Kamis. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

sebagian besar masyarakat China hanya mengolah sarang burung walet sebagai sup, padahal bisa diolah menjadi aneka masakan dan produk.
Tangerang (ANTARA) - Perwakilan Indonesia di China berupaya mempromosikan produk sarang burung walet melalui kompetisi masak yang digelar di sela-sela perhelatan pameran ekspor internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

“Ini adalah gagasan bersama antara perwakilan RI di Tiongkok dengan National Agriculture Wholesale Market (CAWA) sebagai strategi kreatif melakukan pendekatan dan pemasaran sarang burung walet,” kata Atase Perdagangan RI Beijing Marina Novira di Tangerang, Kamis.

Marina menyampaikan sebagian besar masyarakat China hanya mengolah sarang burung walet sebagai sup, padahal bisa diolah menjadi aneka masakan dan produk.

“Salah satu yang mau kami tampilkan di sini adalah memasak. Jadi, mereka ini akan menyajikan makanan-makanan yang beraneka ragam. Tujuannya adalah sekaligus mengedukasi para buyer dari Tiongkok,” ujar Marina.

Baca juga: Indonesia-China tingkatkan perdagangan sarang burung walet

Kompetisi memasak dengan bahan baku sarang burung walet yang diikuti oleh peserta asal Tiongkok ini digelar untuk yang kedua kalinya pada ajang TEI tahun ini.

”Tahun lalu kami sudah buat. Masih percobaan, animonya baik, makanya kami buat lagi. Kemungkinan setiap TEI akan coba terus kami dorong,” tukas Marina.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Dody Edward menyampaikan, kompetisi tersebut juga bisa memperkenalkan kepada buyer asal China tentang gizi yang terkandung dalam sarng burung walet.

“Sarang burung walet itu makanan yang sehat. Jika dikonsumsi, bisa mendapatkan nutrisi yang baik. Dan dianggap punya gizi yanh baik,” ungkap Dody.

Untuk itu, Dody berharap  masyarakat China semakin mengenal produk sarang burung walet asal Indonesia, yang ekspornya mencapai 70 ton pada 2018.

Baca juga: Badan Karantina tegaskan sarang burung walet ekspor bukan dari gua

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden cermati hilirisasi Industri mineral 

Komentar