Permainan tradisional cegah ketergantungan gawai pada anak

Permainan tradisional cegah ketergantungan gawai pada anak

Bunda PAUD Lampung Riana Sari Arinal menghadiri Kids Day Expo bersama Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak di Bandarlampung, Kamis (17/10/2019). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi/am.

Bandarlampung (ANTARA) - Permainan tradisional menjadi salah satu solusi orang tua mencegah ketergantungan gawai pada anak, di tengah kemajuan jaman.

"Permainan tradisional menjadi salah satu solusi bagi kita untuk menjaga anak dari ketergantungan gawai di tengah kemajuan teknologi saat ini, " ucap Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait di Bandarlampung, Kamis.

Menurut Arist, permainan tradisional melatih kreatifitas anak dan juga mengajarkan cara bersosialisasi, sedangkan bila bermain gawai anak kurang bersosialisasi.
Baca juga: Dokter paparkan perlunya batasan waktu anak bermain gawai
Baca juga: Orang tua dianjurkan perkenalkan buku ketimbang gawai pada anak


"Gawai sebenarnya banyak berdampak negatif bagi anak, salah satunya gangguan kesehatan dan mental berupa gejala kecemasan. Contohnya ketika mati lampu, internet mati anak akan gelisah, marah, bahkan tangan akan gemetar, semuanya itu salah satu dampak negatif dari penggunaan gawai bagi anak, selain itu anak tidak bersosialisasi, tidak melakukan gerakan fisik hanya duduk saja itu juga menjadi dampak negatif lainnya," ujarnya.

Menurut dia, gawai akan berdampak positif bila digunakan dengan tepat, dan perlu adanya pengawasan orang tua dalam penggunaannya.

Dampak negatif penggunaan gawai pada anak menjadi salah satu masalah yang tengah disorot oleh banyak orang tua, salah satunya Ananda.
Baca juga: RSJ Jabar ungkap kasus anak ODGJ akibat penggunaan gawai berlebih
Baca juga: Aturan bermain gawai untuk balita

 

"Sebenarnya kita sebagai orang tua di zaman modern harus lebih bijaksana, karena satu sisi kita harus menjaga anak agar tidak ketergantungan gawai dan di lain pihak kita harus memperkenalkan gawai kepada anak karena kebutuhan zaman, " ujar Ananda salah seorang orang tua.

Menurutnya, cara agar anak tidak mengalami gangguan psikis atau fisik akibat gawai dapat dilakukan dengan memperkenalkan dan mengajak anak untuk bermain bersama teman sepermainan bermain permainan tradisional dan melupakan gawai untuk sejenak.

"Kita kadang mengajak anak bermain ular naga dengan teman sepermainan atau kita perkenalkan permainan gasing tradisional agar mereka sejenak melupakan gawai dan bergerak meregangkan otot, " katanya.
Baca juga: Gawai sebabkan anak hiperaktif dan mudah amuk
Baca juga: KPAI: Orang tua harus atasi kecanduan gawai


Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perkenalkan ragam permainan tradisional di luar kelas

Komentar