International Corner

Umah Indo gaet masyarakat Vietnam belajar bahasa Indonesia

Umah Indo gaet masyarakat Vietnam belajar bahasa Indonesia

Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi, dalam wawancara khusus di Ruang Redaksi LKBN ANTARA di Jakarta, Sabtu (19/10/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Mereka tahu Indonesia tapi mungkin hanya sedikit, bahwa Ho Chi Minh dekat dengan Soekarno dengan sejarah persahabatan yang panjang, mereka juga tahu sepak bola Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi menggaet masyarakat Vietnam untuk mengenal Indonesia dan belajar bahasa dengan menyediakan pojok Umah Indo.

Dalam kunjungan ke Kantor Berita ANTARA pada Sabtu, Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Ibnu Hadi menyebut Umah Indo yang berarti “rumah Indonesia” itu mempunyai bermacam peruntukkan.

“Setiap orang bisa datang ke sana dan kami adakan kursus bahasa Indonesia yang baru mulai tahun lalu dan kini lumayan peminatnya di tiga atau empat tempat total sekitar 100 orang,” ujar Ibnu.

Menurut Ibnu, hal itu dilakukan sebagai salah satu usaha yang bersifat informal untuk meningkatkan exposure Indonesia di tengah masyarakat Vietnam.

Ibnu mengakui bahwa selama ini Indonesia masih kurang dalam menunjukkan eksistensi dan mempromosikan diri meskipun sudah cukup dikenal oleh masyarakat Vietnam.

“Mereka tahu Indonesia tapi mungkin hanya sedikit, bahwa Ho Chi Minh dekat dengan Soekarno dengan sejarah persahabatan yang panjang, mereka juga tahu sepak bola Indonesia,” kata Ibnu.

Selain dengan Umah Indo, peningkatan pengetahuan tentang Indonesia melalui hubungan antar masyarakat (people-to-people contact) juga dilakukan oleh KBRI dalam sektor pendidikan, seperti melalui kunjungan ke universitas serta pertukaran mahasiswa.

“Pemerintah juga memberikan beasiswa darmasiswa untuk membiayai mahasiswa Vietnam yang setiap tahunnya ada sepuluh sampai 15 orang belajar di Indonesia,” kata dia menambahkan.

Salah satu prasarana utama untuk menunjang peningkatan hubungan antarmasyarakat Indonesia-Vietnam adalah konektivitas yang saat ini belum optimal.

“Masalahnya dikaitkan dengan konektivitas, belum ada penerbangan langsung Jakarta ke ibu kota Vietnam, yaitu Hanoi,” ujar Ibnu.

Dia menyebut bahwa saat ini pihaknya sedang berupaya meningkatkan konektivitas (keterhubungan) udara antarkedua negara dengan memfasilitasi pengadaan penerbangan langsung antara Jakarta dan Hanoi.

Baca juga: KBRI dorong penerbangan langsung Hanoi-Jakarta untuk wisata

Baca juga: Paket wisata Indonesia senilai Rp83,6 miliar terjual di Ho Chi Minh


 

Perdagangan Indonesia - Vietnam tunjukkan tren positif

 

Pewarta: Suwanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar