BMKG: Data kami suhu udara di Solo tidak 40 derajat

BMKG: Data kami suhu udara di Solo tidak 40 derajat

Salah satu warga Kota Solo, Jateng, Senin (21/10/2019) memperlihatkan suhu udara yang tertulis di ponselnya. (FOTO ANTARA/Aris Wasita)

Kalau di catatan kami suhu tertinggi di Kota Solo hingga sore ini mencapai 37 derajat Celcius. Penghitungan dilakukan salah satunya di Bandara Internasional Adi Soemarmo
Solo, Jateng (ANTARA) - Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah Iis Widya Harmoko mengemukakan bahwa kondisi suhu udara di Kota Solo pada Senin, dalam data yang ada di catatan lembaga itu tidak mencapai 40 derajat Celcius.

"Kalau di catatan kami suhu tertinggi di Kota Solo hingga sore ini mencapai 37 derajat Celcius. Penghitungan dilakukan salah satunya di Bandara Internasional Adi Soemarmo," katanya saat dihubungi dari Solo, Senin.

Ia menegaskan bahwa data yang didapati warga melalui aplikasi ponsel mereka tentang suhu udara yang disebut-sebut mencapao 40 derajat Celcius berbeda dengan catatan BMKG.

Ia mengatakan penghitungan suhu tersebut berdasarkan peralatan yang sudah sesuai standar. 

Menurut dia, Bandara Adi Soemarmo selalu melakukan pengamatan suhu dan divalidasi BMKG sehingga bisa dipertanggungjawabkan. 

"Suhu udara ini wajar, apalagi bulan Oktober merupakan puncak tingginya suhu udara. Saat itu matahari berada di atas kita. Kemungkinan suhu udara akan menurun pada bulan November saat memasuki musim penghujan," kata Iis Widya Harmoko.

Di kalangan warga beredar informasi bahwa suhu udara di Kota Solo mencapai 40 derajat Celcius pada Senin, seiring dengan belum tingginya intensitas hujan hingga saat ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan, cuaca di Solo mulai terasa panas sejak pukul 09.00 WIB. Bahkan tidak sedikit orang yang mengunggah status suhu udara di media sosial mereka.

Di beberapa daerah di Soloraya, salah satunya Kabupaten Sukoharjo, suhu udara bahkan disebut mencapai 42 derajat Celcius. 

Salah satu warga, Fatimah Setiawan mengatakan tidak seperti biasanya, pada hari ini cuaca terasa panas sejak pagi.

"Dari tadi pagi rasanya sudah gerah. Ternyata pas siang sampai 40 derajat, di HP tertulis seperti itu," katanya.

Warga lain, Gischa Prameswari mengatakan di Kota Solo sejak sekitar pukul 10.00 WIB sudah terasa panas.

"Saya cuma melintasi Jalan Slamet Riyadi rasanya sampai pusing. Memang hari ini panas sekali. Ini sudah malam cuacanya masih sangat panas," katanya.

Baca juga: BMKG: Sebagian wilayah Jateng selatan memasuki masa pancaroba

Baca juga: BMKG jelaskan penyebab cuaca panas Yogyakarta

Baca juga: BMKG: waspadai kemungkinan cuaca ekstrem masa pancaroba

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Awal musim hujan di Jateng diperkirakan November

Komentar