Jokowi tekankan pemberian kemudahan bagi industri tingkatkan ekspor

Jokowi tekankan pemberian kemudahan bagi industri tingkatkan ekspor

Suasana sidang kabinet paripurna perdana yang dihadiri para menteri dan pejabat setingkat menteri tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (24/10/2019). (Bayu Prasetyo)

Saya selalu menyampaikan kalau ada industri yang berorientasi ekspor, atau industri yang ingin memproduksi barang-barang subtitusi impor, itu nggak usah lama-lama, nggak usah berpikir, tanda tangani saja
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang kabinet paripurna perdana menekankan sejumlah isu, salah satunya mengenai pemberian kemudahan bagi industri yang dapat meningkatkan ekspor Indonesia.

"Saya selalu menyampaikan kalau ada industri yang berorientasi ekspor, atau industri yang ingin memproduksi barang-barang subtitusi impor, itu nggak usah lama-lama, nggak usah berpikir, tanda tangani saja," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat sidang tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah pusat baik kementerian, hingga pemerintah daerah mulai tingkat kabupaten maupun kota hingga provinsi harus memiliki target menciptakan lapangan kerja.

Penciptaan lapangan kerja merupakan hal yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Jadi setiap hal yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, berikan ruang yang sebaik-baiknya, berikan pelayanan yang sebaik-baiknya," tegas Presiden.

Jokowi dalam sidang itu didampingi oleh Wapres Ma'ruf Amin.

Pada sidang kabinet paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju, Presiden mengenakan kemeja putih, sementara Wapres Ma'ruf mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam lengkap dengan jas hitam dan sorban putih menggelayut di lehernya.

Baca juga: Kabinet Indonesia Maju sidang paripurna perdana dengan Presiden

Baca juga: Pengamat: Komposisi kabinet ideal secara politik

Baca juga: Pengamat nilai Kabinet Indonesia Maju beri optimisme

 

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi perintahkan menteri cabut 40 permen hambat investasi

Komentar