Badai menyapu wilayah Jepang yang diguyur hujan lebat, satu meninggal

Badai menyapu wilayah Jepang yang diguyur hujan lebat, satu meninggal

Regu penyelamat mengevakuasi warga terdampak Topan Hagibis yang menyebabkan banjir parah di sejumlah lokasi di dekat Sungai Chikuma di Nagano, Prefecture Nagano, Jepang, Senin (14/10/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/wsj.

Tokyo (ANTARA) - Hujan deras pada Jumat menghantam daerah-daerah di Jepang timur, yang dilanda banjir dan angin kencang dari Topan Hagibis dua minggu lalu, menewaskan sedikitnya satu orang, menyebabkan sungai meluap dan memicu perintah evakuasi untuk ratusan ribu orang.

Satu orang tewas dalam tanah longsor di Prefektur Chiba, kota di sebelah timur Tokyo, dan dua orang lainnya hilang, menurut lembaga penyiaran publik NHK.

Pihak berwenang memperingatkan kemungkinan tanah longsor dan banjir lebih lanjut, terutama di daerah-daerah yang terkena bencana hebat dan tanggulnya yang belum diperbaiki setelah Hagibis menyerang Jepang tengah dan timur dengan hujan lebat dan angin kencang pada Oktober.

Topan Hagibis menewaskan sedikitnya 82 orang, hampir selusin orang masih hilang dan lebih dari 300 lainnya terluka.

"Sudah dua minggu sejak bencana yang disebabkan oleh Topan nomor 19 (Hagibis) dan hujan terus turun sesekali sehingga masyarakat perlu berhati-hati," kata Perdana Menteri Shinzo Abe dalam tweet.

Perintah evakuasi dikeluarkan paling tidak bagi 80.000 orang di Chiba, tempat air sungai naik mendekati batas tepian. Sebagian besar layanan kereta api di Chiba dihentikan sehingga para penumpangnya terdampar di stasiun-stasiun, menurut NHK.

Sebagian Chiba dibasahi dengan 86 mm (3,4 inci) dalam selama satu jam pada Jumat pagi, dengan beberapa daerah menerima lebih dari sebulan hujan dalam satu hari. Bencana alam itu merupakan yang ketiga melanda daerah tersebut dalam enam minggu terakhir. Sebagian besar Chiba kehilangan aliran listrik, dalam beberapa kasus selama berminggu-minggu, karena Topan Faxai pada bulan September dan kemudian dilanda hujan lebat akibat Hagibis.

Pemerintah juga meminta 340.205 orang untuk mengungsi dari rumah mereka di Prefektur Fukushima karena ancaman yang ditimbulkan oleh kemungkinan tanah longsor.

Hujan mengguyur wilayah Tokyo hampir sepanjang hari sebelum bergerak ke utara. Total curah hujan di daerah sekitar Tokyo kemungkinan akan mencapai sekitar 200 hingga 300 mm (8-12 inci) pada malam hari, kata Badan Meteorologi Jepang. Beberapa penerbangan ke Tokyo dialihkan karena hujan lebat, kata NHK.

Badai tropis Bualoi, yang menghantam pulau-pulau Ogasawara di selatan kepulauan utama Jepang pada hari Kamis ketika masih dalam kekuatan topan, sedang menuju ke Pasifik dan diperkirakan akan melemah menjadi depresi tropis pada hari Jumat.

Sumber: Reuters

Baca juga: 58 orang di Jepang meninggal karena Topan Hagibis

Baca juga: Kemlu: Tidak ada WNI korban Badai Hagibis

 

Korban Topan Merasa Diabaikan

Penerjemah: Maria D Andriana
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar