Laporan dari China

Lima tewas dan tiga hilang dalam ledakan penguji tambang di Shaanxi

Lima tewas dan tiga hilang dalam ledakan penguji tambang di Shaanxi

Seorang petugas penyelamat menghentikan warga yang berusaha mendekati gerbang tambang batubara setelah terjadi kebocoran gas di Shizong, provinsi Yunnan, China, Kamis (10/11). Kebocoran gas yang terjadi di tambang batu bara di barat daya China itu telah menewaskan 19 pekerja tambang dan sementara belasan lainnya terperangkap, menurut keterangan media setempat. (FOTO ANTARA/REUTERS/China Dail)

Beijing (ANTARA) - Sebanyak lima orang tewas dan tiga lainnya hilang setelah sebuah kendaraan penguji meledak di lokasi tambang minyak di Provinsi Shaanxi, China.

Lima orang lainnya yang mengalami luka-luka sudah dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan dari rumah sakit terdekat, demikian portal berita Xinlang Weibo.

Pemerintah Provinsi Shaanxi, Senin, menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi pada Minggu (27/10) malam itu bersumber dari kendaraan penguji material yang baru kembali dari lokasi tambang di Qilicun, Kota Yan'an, yang kaya kandungan minyak dan gas.

Kendaraan yang baru melaksanakan pengujian material itu milik salah satu perusahaan teknologi pembangkitan termal yang berasal dari Provinsi Hunan. 

Sejumlah petugas SAR terus melakukan pencarian terhadap lima korban hilang. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.  
Baca juga: 18 pekerja masih terjebak di tambang batu bara China
Baca juga: Petugas selamatkan 23 korban ledakan tambang di China
Baca juga: 21 orang tewas dalam ledakan tambang batu bara di Xinjiang

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar