BKD: Kuota tenaga pendidikan dominan dalam CPNS 2019

BKD: Kuota tenaga pendidikan dominan dalam CPNS 2019

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat gelar griya untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Balaikota DKI Jakarta, Selasa. Dokumen Pemprov DKI

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan kuota tenaga pendidikan paling dominan dalam formasi penerimaan pegawai melalui Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 yang memiliki formasi sebanyak 3.958 orang.

"Penerimaan CPNS itu sebanyak 3.958 orang itu, tenaga pendidikan sebanyak 2.064 orang, tenaga kesehatan 629 orang serta tenaga admin dan teknis sebanyak 1.265 orang, ini umum," kata Chaidir.

Kuota total CPNS tersebut, kata Chaidir, turun dari yang diajukan oleh pihaknya sebanyak 4.500 orang pada Kementerian PAN-RB plus 11.250 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Kami ngajuin total 16 ribu, yang CPNS 4.500 orang plus digabung 11.250 tenaga untuk PPPK, karena pertimbangan kami tenaga yang pensiun semua berjumlah 4.500, namun sama pemerintah pusat diturunkan formasi CPNSnya sebanyak 3.958 orang namun PPPK tidak turun," ujar Chaidir.

Chaidir menyebut jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan usulan tahun 2018 sebanyak 3.244 orang. Peningkatan itu, lanjut dia, selain dikarenakan banyaknya pegawai yang pensiun, juga karena adanya moratorium penerimaan pegawai negeri sipil sejak tahun 2015 hingga 2017.

Kuota formasi PPPK tersebut, kata Chaidir, dikhususkan bagi tenaga honorer yang saat ini di Pemprov DKI Jakarta selain melalui jalur CPNS.

"PPPK itu untuk honorer yang saat ini udah beda syaratnya dari CPNS umum seperti usianya 18-40 tahun, kalau mereka (PPPK) 18-57 tahun. Pendidikannya SMA plus," tutur Chaidir.

Di antara kuota sebanyak 3.958 orang tersebut, Chaidir mengatakan tetap ada kuota untuk disabilitas dengan persentase yang ditentukan oleh peraturan yakni dua persen untuk mengisi berbagai formasi.

"Masih dua persen sesuai undang-undang, tahun lalu juga ada dua persen sesuai dengan UU Disabilitas. Untuk jenis profesinya, ada tiga jenis, di pranala komputer, sastra, pendidikan, pekerja sosial, namun di medis yang menuntut keprofesian hampir tak ada," tutur Chaidir.

Baca juga: CPNS DKI dibuka 3.958, tiga bidang jadi fokus

Baca juga: Formasi CPNS dari Kemenpan-RB belum cukupi kebutuhan pegawai DKI

Baca juga: Pemprov DKI buka tiga formasi CPNS awal November


Dia menambahkan saat ini sudah tidak ada lagi ketentuan kuota bagi warga daerah, semua Warga Negara Indonesia diperbolehkan untuk mendaftar CPNS DKI Jakarta.

"Sudah tidak ada, semua KTP diterima, kita Indonesia, penerimaan berdasarkan kemampuan," ujar Chaidir.

Pemerintah membuka alokasi CPNS 2019 sebanyak 152.286 orang. Alokasi CPNS 2019 pemerintah daerah 114.861 orang atau terbesar dibandingkan alokasi CPNS 2019 untuk pemerintah pusat.

Dan DKI merupakan yang paling banyak menerima CPNS dengan 3.958 orang.

Alokasi CPNS 2019 berdasarkan Pengumuman Kementerian PAN dan RB Nomor: B/i06~/M.SM.01.00/2019 tentang Informasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2019 di Lingkungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini syarat guru yang honornya dibayar melalui dana BOS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar