Twitter nilai pembicaraan merek dan konsumen lebih terbuka

Twitter nilai pembicaraan merek dan konsumen lebih terbuka

Country Industry Head Twitter Indonesia Dwi Adriansah dalam wawancara #ShoppingOnTwitter di One Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019). (ANTARA/Dea N Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Twitter Indonesia menilai pembicaraan antara merek dengan konsumen dapat berlangsung lebih terbuka melalui platform mereka sehingga dapat pendekatan promosi dapat berlangsung lebih mudah.

"Audiens di Twitter sangatlah reseptif terhadap perubahan dan hal-hal baru. Audiens yang reseptif itu dapat membawa hasil untuk bisnis atau kampanye yang sedang dilakukan," kata Country Industry Head Twitter Indonesia Dwi Adriansyah di sela-sela acara #ShoppingOnTwitter, di Jakarta, Rabu.

Para pengguna Twitter di Indonesia, menurut Dwi, mempunya karakter terbuka dalam pembicaraan, termasuk terhadap merek atau produk.

Baca juga: Twitter sebut data pengguna telah digunakan untuk iklan

"Hal ini menjadi kesempatan baik bagi brand untuk dapat terhubung dengan mereka melalui momen-momen penting yang biasanya banyak dibicarakan di Twitter," ujar Dwi.

Dwi mengatakan pelaku usaha dapat membentuk brand persona ataupun brand voice, sebagai ciri khas merek agar dapat diingat penggunanya.

"Misalnya brand A membalas tweet customer dengan pendekatan penggunaan jokes 'receh'. Itu juga merupakan salah satu cara membuat brand voice buat dirinya," ujarnya.

Baca juga: Twitter, TweetDeck alami gangguan secara global

Posisi Twitter sebagai platform berbagi informasi secara langsung membuka potensi bagi perusahaan-perusahaan untuk meluncurkan produk secara langsung melalui Twitter.

"Karena Twitter itu mem-provide momen yang real time. Brand seperti Apple atau Samsung, mereka melakukan product launching live di Twitter. Engagement dan impression dengan customer sangat tinggi," katanya.

Baca juga: Cuitan "belanja" naik dua kali lipat jelang "sale" akhir tahun

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menpora: Malaysia tak cukup minta maaf lewat Twitter

Komentar