Kadin ingatkan pentingnya genjot produktivitas pertanian dan pangan

Kadin ingatkan pentingnya genjot produktivitas pertanian dan pangan

Pembukaan Rakornas Kadin bertema "Peningkatan Daya Saing dan Produktivitas Pertanian" yang dihadiri Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro (tengah) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani (kedua dari kiri) di Jakarta, Selasa.(ANTARA/Mentari Dwi Gayatri)

Artinya, kita harus bisa meningkatkan produksi pangan secara signifikan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional
Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) guna membahas produktivitas dan daya saing pertanian serta penguatan pada industri pangan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O Widjaja di Jakarta, Selasa, mengatakan fokus pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti produktivitas pangan yang masih rendah di tengah jumlah populasi yang terus meningkat.

Ia menyebutkan jumlah populasi dunia pada tahun 2045 diperkirakan menembus sembilan miliar jiwa. Sementara itu, populasi penduduk Indonesia akan mencapai 350 juta jiwa.

"Artinya, kita harus bisa meningkatkan produksi pangan secara signifikan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional," kata Franky.

Ia menjelaskan upaya peningkatan produksi pangan memerlukan bibit tanaman pangan yang unggul dan berproduksi tinggi. Namun kondisi perbibitan dan perbenihan komoditas pangan saat ini masih belum terkoordinasikan secara baik.

Menurut dia, bibit dan benih yang beredar sangat beragam, banyak yang belum terstandarisasi dan kadang-kadang hilang dari pasaran. Sementara itu, bibit dan benih bersertifikat masih sangat terbatas sehingga berakibat pada harga yang cukup mahal, dan banyaknya impor bibit untuk memenuhi kekurangan pasokan.

Oleh karena itu, pemerintah perlu mengeluarkan payung kebijakan yang mengatur tentang perbibitan dan perbenihan komoditas pangan secara nasional dan menumbuhkembangkan industri pembibitan dan pembenihan dengan memberikan insentif khusus, di samping menata distribusinya.

Kadin juga mengingatkan tentang pentingnya edukasi kepada petani soal penggunaan pupuk berimbang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, di samping pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan P Adoe menekankan pentingnya pertumbuhan investasi di subsektor pangan.

Data Kementerian Perindustrian menyebutkan sektor makanan menjadi penyumbang utama penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp7,1 triliun dan kedua terbesar Penanaman Modal Asing (PMA) senilai 376 juta dolar AS pada kuartal I 2019.

"Kami harapkan investasi di sektor pangan terus tumbuh, tentunya ini perlu didorong dengan kebijakan fiskal dan insentif yang baik, karena akan berpengaruh banyak pada keberlanjutan pertanian dan industri makanan," kata Juan.

Ketua Pelaksana Rakornas, Franky Welirang mengatakan selain melibatkan Dewan Pengurus Kadin seluruh Indonesia di sektor agribisnis, Rakornas juga menghadirkan para pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, asosiasi dan himpunan bisnis, petani, korporasi, perbankan dan lembaga keuangan hingga anggota parlemen dan lainnya.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Batam sambut investasi Rp10 triliun pada sektor digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar