Akademisi: Pemberian gizi tepat dapat cegah kekerdilan sejak dini

Akademisi: Pemberian  gizi tepat dapat cegah kekerdilan sejak dini

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pedoman gizi seimbang dan jajanan sehat dikalangan siswa di SDN 39 Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. (ANTARA/Diana)

Padang, (ANTARA) - Akademisi Universitas Andalas (Unand) Padang Putri Aulia Azra, M.Si menyatakan pemberian gizi yang tepat kepada anak dapat mencegah kekerdilan (stunting) dari usia dini.

“Anak yang sehat akan berpengaruh terhadap kecerdasan. Pengetahuan seputar gizi yang benar merupakan tahap awal untuk mencegah kekerdilan,” kata dia di Padang, Kamis.

Putri di kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan terkait dengan pedoman gizi seimbang dan jajanan sehat di kalangan siswa di SDN 39 Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, mengatakan upaya itu sebagai tahap awal mencegah stunting.

Menurut dia angka kekerdilan saat ini semakin tinggi sehingga perlu dilakukan antisipasi terutama kepada anak sekolah.

Ia menemukan anak kelas empat SD yang tinggi badannya hampir sama dengan anak umur lima tahun.

Baca juga: Anak susah makan diberi perhatian khusus agar terhindar stunting

Baca juga: Anak susah makan harus diberi perhatian khusus agar terhindar stunting

Baca juga: Pemberian ASI eksklusif bayi dapat mencegah kekerdilan di Palu


Acara ini diikuti 31 siswa berprestasi mulai dari kelas 3 sampai enam diawali dengan pemberian kuesioner berisi 10 pertanyaan mengenai pengetahuan gizi seimbang.

Putri juga menyebutkan bahwa manfaat dari acara ini merupakan langkah awal untuk mencegah kekerdilan secara bertahap dengan memperbaiki status gizi anak-anak, agar tidak obesitas atau terlalu kurus.

Sementara dosen gizi Unand Risti Kurnia, M.Si memaparkan untuk memenuhi gizi yang seimbang, tidak hanya perlu makanan yang empat sehat lima sempurna.

“Anak-anak juga harus melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan membiasakan mencuci tangan.” ujarnya.

Selain memaparkan materi mengenai pedoman gizi seimbang, para dosen juga melakukan simulasi gizi seimbang dengan menunjuk tiga orang siswa untuk mengisi piring dengan makanan yang bergizi. Simulasi ini menarik minat siswa dari luas kelas juga ikut menyaksikannya.

Pemateri lainnya Fitriyani, M.K. memaparkan tentang jajanan apa saja yang sehat untuk dikonsumsi oleh siswa ini.

Fitri juga mencontohkan makanan apa saja yang sehat secara langsung seperti biskuit crakers dan juga wafer. Sedangkan jajanan yang tidak sehat seperti cimol dan minuman berwarna mencolok.*

Baca juga: Saatnya memutus rantai kekerdilan

Baca juga: Sekretariat Wapres: Kekerdilan bukan hanya soal makanan-gizi

Baca juga: Soal kekerdilan, jangan salah kaprah

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah berikan penghargaan kepada 10 tokoh pencegahan stunting

Komentar