Tim Pertamina Innovation raih penghargaan inovasi di Jerman

Tim Pertamina Innovation raih penghargaan inovasi di Jerman

Pekerja mengoperasikan Rig melalui ruang kontrol cyber rig saat melalukan pengeboran di sumur JAS -D milik Pertamina di Subang, Jawa Barat, Jumat (1/2/2018). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

dengan mengimplementasikan sistem itu, pengeboran dapat dilakukan dengan lebih tepat, lebih hemat, dan lebih aman
Jakarta (ANTARA) - Tim Pertamina Innovation berhasil meraih penghargaan inovasi bergengsi pada pameran penemuan dan inovasi atau International Trade Fair Ideas Inventions New Products (iENA) di Nuremberg, Jerman, yang diselenggarakan 31 Oktober hingga 3 November 2019.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, produk inovasi tersebut berjudul "Automatic Data Extraction and Database Management System" berhasil meraih "Special Prize".

Tim tersebut delegasi yang dikirimkan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) pada ajang bergengsi itu.

"Produk inovasi itu yang meraih penghargaan itu merupakan sistem yang memiliki kemampuan untuk melakukan ekstraksi data otomatis dari berbagai sumber data," ujar Direktur Kemitraan Internasional, Megaria Agustina.

Baca juga: Delegasi Indonesia raih penghargaan ajang inovasi internasional
Baca juga: Pertamina wakili Indonesia raih penghargaan dunia


Melalui sistem itu, data diproses secara otomatis, terintegrasi dan langsung dianalisis dengan kecerdasan buatan.

Selain itu, tampilan hasil pengolahan data ditampilkan lebih menarik yakni tampilan yang multifungsi.

Dari hasil tampilan data tersebut, dapat membantu dalam pengambilan keputusan apakah lokasi pengeboran yang dituju aman atau tidak. Dengan metode itu dapat melakukan penghematan biaya sekitar 2,9 juta dolar AS.

Tim Pertamina Innovation itu terdiri atas Akbar Yudha Putera, Dharmawan Raharjo, Irwanto Saputro, Lusiana Safitri, dan Mohamad Heru Prasetyo.

"Dengan mengimplementasikan sistem itu, pengeboran dapat dilakukan dengan lebih tepat, lebih hemat, dan lebih aman karena sistem telah mempertimbangkan letak pengeboran antara kondisi lanskap bumi dan titik kemungkinan terjadinya bahaya geografi seperti angin, banjir dan lain lain," terang dia.

Selain itu perawatan mudah dilakukan, karena sistem itu dirancang secara modular sehingga memudahkan untuk dilakukan pelacakan sistem.

Baca juga: Pertamina EP raih empat penghargaan pembangunan berkelanjutan 2019
Baca juga: Pertamina EP raih enam penghargaan kehumasan

 

Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar