Intiland terus kembangkan kawasan terpadu Aeropolis Bandara Soetta

Intiland terus kembangkan kawasan terpadu Aeropolis Bandara Soetta

Totonafo Lase (dua dari kanan) selaku pimpinan Aeropolis tengah berbincang-bincang dengan manajemen apartemen dari Travelio, Aparian Mediapura, Oyo Rooms dan Red Doorz. (HO Intiland)

Jakarta (ANTARA) - PT Intiland Development Tbk (Intiland) terus mengembangkan kawasan terpadu Aeropolis yang berlokasi di Jalan Marsekal Surya Darma Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang, Banten.

"Berlokasi sekitar 26 kilometer dari pusat kota Jakarta, kami akan kembangkan menjadi kawasan hunian terpadu," kata Totonafo Lase selaku pimpinan Aeropolis di Jakarta, Jumat.

Perseroan juga terus berupaya untuk meningkatkan nilai investasi dari unit-unit properti yang dipasarkan ke konsumen.

Upaya ini antara lain ditempuh dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan hospitality management yang akan membantu para pemilik unit untuk mengelola dan menyewakan unit-unit apartemennya.

Saat ini terdapat sedikitnya empat perusahaan yang telah beroperasi di kawasan Aeropolis, yakni Travelio, Aparian Mediapura, Oyo Rooms dan Red Doorz. Keempat perusahaan tersebut masing-masing menawarkan dan memiliki skema pengelolaan dan penyewaan unit apartemen yang berbeda-beda.

Totonafo Lase mengakui bahwa banyaknya hotel dan perusahaan hospitality management di Aeropolis tidak lepas dari pesatnya perkembangan yang terjadi kawasan ini.

Baca juga: Intiland wujudkan "Kota Bandara" melalui proyek aeropolis
Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta bagikan 2.019 bibit buah-buahan


Untuk memenuhi kebutuhan fasilitas hunian, saat ini terdapat sebanyak 4.500 unit apartemen di Aeropolis.

“Ada sekitar 3.600 unit apartemen yang sudah serah terima dan sisanya masih tahap pembangunan dan penyelesaian akhir. Bertambahnya jumlah unit ini semoga bisa memenuhi kebutuhan sewa unit apartemen yang terus meningkat,” ungkap Totonafo Lase.

Perkembangan kawasan tersebut salah satunya bisa dilihat dari jumlah warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan Aeropolis yang mencapai sekitar 3.000 orang.

"Perkembangan lainnya bisa dilihat dari tingkat okupansi hotel-hotel di kawasan ini yang rata-rata mencapai 70 persen,"ujar dia.

Tarif sewa unit apartemen tipe studio di Aeropolis rata-rata mencapai Rp2,2 juta per bulan atau berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per harinya. Sementara tarif menginap untuk hotel rata-rata berkisar Rp300 ribu per hari dan Rp9,5 juta untuk satu bulan.

 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Park and ride untuk pengguna MRT resmi diluncurkan

Komentar