Menteri Edhy tampung masukan tiga bupati dari Indonesia bagian timur

Menteri Edhy tampung masukan tiga bupati dari Indonesia bagian timur

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama-sama tiga bupati dan pejabat lainnya dari kawasan timur Indonesia di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (11/11/2019). ANTARA/Dokumentasi KKP

Coba berikan masukan prioritas yang konkret. Saya juga mau usulannya itu berdasarkan kearifan lokal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menampung sejumlah masukan dari tiga bupati di Indonesia bagian timur sebagai upaya meningkatkan sinergi dalam rangka mengembangkan sektor kelautan dan perikanan Nusantara.

Menteri Edhy, dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Senin, menyampaikan dirinya akan mempelajari berbagai masukan yang diberikan.

Edhy meminta para bupati memberikan masukan lanjutan secara tertulis yang konkret mengenai prioritas kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat daerahnya masing-masing.

"Coba berikan masukan prioritas yang konkret. Saya juga mau usulannya itu berdasarkan kearifan lokal. Apa yang bisa membantu nelayan, itu yang akan kami angkat," ucap Edhy.

Baca juga: Edhy Prabowo minta komitmen pengusaha perikanan agar jangan curang

Ketiga bupati yang telah mengunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan RI pada 8 November 2019 adalah Bupati Seram Bagian Timur Abd Mukti Keliobas, Bupati Seram Bagian Barat Yasin Payapo, dan Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga.

Dalam kesempatan itu, Mukti Keliobas menyampaikan bahwa Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki potensi perikanan yang luar biasa dengan 45 pulau yang dimiliki daerah tersebut.

Meskipun demikian, Mukti mengatakan bahwa diperlukan sarana dan prasarana perikanan yang memadai guna mengembangkan potensi perikanan yang tersimpan. Menurutnya, selama ini pemerintah daerah berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut namun APBD yang ada cukup terbatas.

"Pemerintah daerah sudah menyediakan dua cold storage yang bisa menampung hasil ikan tangkapan. Tapi, daya tampungnya tidak cukup besar, sehingga kadang-kadang ikan di masyarakat itu dimasukkan ke kolam. Sampai lima ton dimasukkan ke kolam dan dikubur. Kadang-kadang, tangkapnya lebih, sementara yang belinya tidak ada sehingga terpaksa terjadi barter. Masyarakat yang punya barang apa, ditukar dengan ikan ini," ujarnya.

Mukti pun meminta KKP selaku pemerintah pusat dapat membantu penyediaan sarana prasarana perikanan seperti cold storage untuk menampung hasil tangkapan ikan yang melimpah di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Dengan begitu, ujar dia, maka industri perikanan pun akan lebih maju dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Hal senada disuarakan Johan Gonga. Ia mengatakan Kabupaten Kepulauan Aru terdiri atas 801 pulau yang menjadikan mayoritas wilayahnya terdiri atas lautan sehingga 80 persen mata pencaharian masyarakatnya sebagai nelayan.

Saat ini, pemerintah daerah sudah memiliki pelabuhan perikanan yang dikelola oleh provinsi. Kendati demikian, operasionalnya masih belum optimal karena terkendala ketersediaan sarana prasarana.

Guna mengoptimalkan sektor kelautan dan perikanan di Aru, Johan pun meminta bantuan KKP untuk membangun sarana prasarana pendukung seperti infrastruktur dan cold storage.

Menteri Edhy menyampaikan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas juga sudah meminta Maluku dapat dibangun sentra kelautan dan perikanan terintegrasi.

Tak ketinggalan, Menteri Edhy juga mengingatkan pemerintah daerah turut membangun perikanan budi daya, di samping mengembangkan perikanan tangkap.

Baca juga: Pengamat: Menteri Edhy harus wujudkan tata perikanan berkelanjutan
Baca juga: KKP tegaskan pentingnya pengaturan Wilayah Pengelolaan Perikanan

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri Edhi Prabowo kunjungi nelayan tangkap lobster di Teluk Lombok

Komentar