Anggota DPR soroti pengembangan ekonomi syariah oleh BI

Anggota DPR soroti pengembangan ekonomi syariah oleh BI

Suasana rapat kerja Komisi XI DPR dengan Bank Indonesia di Jakarta, Senin. (ANTARA/ Istimewa)

Kita telah berada di posisi pertama, yang sebelumnya ditempati Malaysia. Untuk itu, penting mengetahui program yang akan dijalankan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati menyoroti pengembangan ekonomi syariah oleh Bank Indonesia (BI) yang disebut Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Saya secara khusus menyoroti tentang Indikator Kerja Utama (IKU) tentang ekonomi syariah, karena Gubernur BI sendiri menyampaikan bahwa ekonomi syariah tadi itu akan dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi,” kata Anis dihubungi di Jakarta, Senin.

Anis menyampaikan hal tersebut di sela rapat kerja Komisi XI DPR dengan BI yang membahas evaluasi kinerja dan pengantar Rencana Anggaran Tahunan BI di Gedung Parlemen.

Menurut Anis, IKU tentang pertumbuhan ekonomi syariah yang ditargetkan BI masih belum tercapai, di mana BI membidik pertumbuhan ekonomi syariah sebesar 6,5 persen, namun realisasinya masih di angka 4,8 persen.

“Ekonomi syariah menjadi program strategisnya BI tahun depan untuk dikembangkan. Oleh karena itu, kami ingin mengetahui apa yang dilakukan untuk mencapai target tersebut,” ujar Anis.

Baca juga: BI dukung pengembangan ekonomi syariah lewat ISEF 2019

Terlebih, Indonesia meraih skor 81,93 pada Islamic Finance Country Index (IFCI) 2019 yang membawa Indonesia duduk pada peringkat pertama pasar keuangan syariah global menurut Global Islamic Finance Report 2019.

“Kita telah berada di posisi pertama, yang sebelumnya ditempati Malaysia. Untuk itu, penting mengetahui program yang akan dijalankan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Anis.

Baca juga: Festival Ekonomi Syariah Surabaya 2019 catat transaksi Rp19,26 triliun

Menurut Anis, hal lain yang menjadi alasan perlunya BI memberikan perhatian terhadap ekonomi syariah karena ekonomi syariah khususnya perbankan syariah telah terbukti sangat diminati oleh perbankan.

“Banyak bank konvensional yang membuka unit syariah sebagai salah satu unit usahanya. Demikian juga dengan produk halal bahkan wisata kuliner halal yang merupakan bagian dari industri ekonomi syariah mulai berkembang dan mempengaruhi ekonomi nasional,” ujarnya.

Oleh karena itu Anis meminta BI lebih memperhatikan sektor ekonomi syariah dengan meningkatkan kinerjanya sehingga menjadi industri yang kuat menopang perkembangan ekonomi nasional.

Baca juga: BI imbau pelaku usaha syariah manfaatkan kredit digital

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ma'ruf dorong Indonesia jadi produsen halal terbesar dunia

Komentar