Insan komunikasi diminta ikut menjaga perdamaian Aceh

Insan komunikasi diminta ikut menjaga perdamaian Aceh

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Aceh Marwan Yusuf dama konferensi nasional komunikasi dan konferensi internasional di Banda Aceh, Selasa (12/11/2019). (ANTARA/Khalis)

Aceh sudah aman, tidak perlu takut keluar malam kalau mau cari makanan misalnya, ada warung kopi yang terbuka 24 jam. Mari kita jaga sama-sama perdamaian Aceh ini
Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian  Aceh Marwan Yusuf meminta insan komunikasi ikut terlibat dalam upaya menjaga perdamaian Aceh, mengingat banyak ancaman perpecahan persatuan bangsa melalui sarana komunikasi.

“Aceh sudah aman, tidak perlu takut keluar malam kalau mau cari makanan misalnya, ada warung kopi yang terbuka 24 jam. Mari kita jaga sama-sama perdamaian Aceh ini,” katanya, di sela-sela pembukaan Konferensi Nasional Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) di Banda Aceh, Selasa.
Baca juga: Menjaga perdamaian menuju "Aceh Hebat"

Dia menyebutkan ISKI menggelar konferensi tersebut dengan mengangkat tema yang sangat bagus, yakni kebangsaan tanpa batas. Tentu ini dapat mempererat persatuan dan kesatuan, mengingat kesalahpahaman yang terjadi selama ini di daerah maupun nasional akibat dari mis-komunikasi.

Dengan adanya kegiatan ini lebih bijak menggunakan media sosial dan bijak mencerna berita yang kita terima yang belum jelas sumbernya. Jangan langsung percaya karena akan menimbulkan perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa, katanya.

Marwan menyebutkan secara rata-rata nasional semua provinsi di Indonesia terdapat unsur-unsur yang mencoba merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa melalui sarana komunikasi. Tentu semua itu tergantung bagaimana cara pemerintah menyikapi persoalan tersebut.
Baca juga: Wali Nanggroe harapkan perdamaian Aceh terus berlanjut

“Pemerintah Aceh sering mensosialisasikan bagaimana menggunakan media sosial secara bijak dan kita katakan dengan prakteknya bagaimana Islam sesungguhnya mengajarkan untuk mempercayai sesuatu harus cek dan ricek dulu,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum PP ISKI Dadang Rahkmat Hidayat mengatakan insan komunikasi harus mampu menciptkan suasana komunikasi kebangsaan yang dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harus mampu menciptakan suasana komunikasi kebangsaan yang baik dengan memikirkan kebersamaan untuk Indonesia maju. Tentu untuk Indonesia sejahtera dengan keberagamannya,” kata dia.
Baca juga: Selesaikan konflik apapun, Juha: Kuncinya dialog
Baca juga: Perdamaian instrumen penting wujudkan Aceh Hebat Sejatera

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah Aceh serahkan 23 sertifikat halal bagi pelaku usaha

Komentar