Rupiah Rabu sore anjlok 25 poin, dibayangi sentimen negatif global

Rupiah Rabu sore anjlok 25 poin, dibayangi sentimen negatif global

ILUSTRASI: Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/am.

Presiden Donald Trump mengancam bahwa AS akan secara substansial meningkatkan tarif terhadap China jika tidak ada kesepakatan tercapai
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore ditutup terkoreksi melemah, dibayangi sentimen negatif global.

Rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.079 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.054 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu, mengatakan pelemahan rupiah masih dipicu oleh sentimen negatif eksternal, terutama terkait perang dagang AS-China.

"Presiden Donald Trump mengancam bahwa AS akan secara substansial meningkatkan tarif terhadap China jika tidak ada kesepakatan tercapai," ujar Ibrahim.

Presiden Amerika Serikat itu mengatakan di Economic Club of New York bahwa tidak ada yang lebih banyak memanipulasi atau memanfaatkan Amerika Serikat sejak masuknya China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001.

Dari eksternal lainnya, kerusuhan politik di Hong Kong terus mendapat perhatian ketika polisi memerangi demonstran pro-demokrasi di beberapa kampus universitas di kota tersebut.

Beberapa jaringan transportasi, sekolah, dan banyak bisnis tutup pekan ini di tengah meningkatnya kekerasan di Hong Kong.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.070 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.070 per dolar AS hingga Rp14.086 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu ini menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.082 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.059 per dolar AS.

Baca juga: IHSG ditutup jatuh 38,49 poin, dipicu sentimen negatif global

Baca juga: Dampak bom medan, diyakini Luhut tak bakal hambat aliran investasi

Baca juga: LPS sebut telah likuidasi 101 bank, likuidasi BPR terbanyak di Jabar

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jabar digitalisasi pembelian kebutuhan pemda dibawah 50 juta rupiah

Komentar