Penggiat anti radikalisme: Radikalisme jalan asing kuasai Indonesia

Penggiat anti radikalisme: Radikalisme jalan asing kuasai Indonesia

Penggiat Anti Radikalisme, Haidar Alwi, di Jakarta, Kamis, (14/11/2019). (Boyke Ledy Watra)

Seperti kejadian bom Medan, jangan dilihat korbannya cuma diri sendiri, yang lain luka-luka, jangan. Kalau kita lengah, melihat tidak ada korban, itu persis seperti di Suriah juga begitu, ucapnya
Jakarta (ANTARA) - Penggiat Anti Radikalisme Haidar Alwi mengatakan, tindakan-tindakan radikalisme bisa menjadi jalan bagi pihak asing menguasai semua kekayaan Indonesia seperti yang terjadi di Afganistan, Irak atau Suriah.

"Radikal ini memberi vitamin orang luar, mengambil alih kekayaan Indonesia, gimana caranya, kalau tidak 'di-chaos' kan tidak mungkin, tidak bisa invasi militer seperti dulu lagi. Orang radikal itu tidak sadar sedang dipancing, sehingga mereka bisa masuk," kata Haidar Alwi saat kegiatan diskusi "Forum Jurnalis Merah Putih", di Jakarta, Kamis.

Seperti kejadian di negara yang hancur karena terorisme, menurut dia, kejadian juga berawal dengan tindakan radikal jalanan, beberapa orang saja, dan dianggap tindakan biasa saja, tidak meluluhlantakkan negara.

Baca juga: Kementerian Agama gandeng NU dan Muhammadiyah lakukan deradikalisasi

Akhirnya, kejadian radikalisme tersebut berubah menjadi terorisme terorganisir, dan ujungnya, kata dia, adalah mengambil kekayaan negara tersebut.

"Nah, saya di luar, beberapa kali kongres dan seminar, itu Indonesia nih seksi sekali, seperti makanan empuk dilihat banyak orang, banyak berpikir gimana caranya menyaplok Indonesia ini," kata dia.

Baca juga: MPR nilai Indonesia butuh banyak pahlawan hadapi ancaman radikalisme

Oleh karena itu, Haidar mengajak semua pihak untuk tidak mengabaikan dan meremehkan tindakan-tindakan radikal yang terjadi di Indonesia, karena bisa saja dimanfaatkan asing untuk merebut kekayaan Tanah Air.

"Seperti kejadian bom Medan, jangan dilihat korbannya cuma diri sendiri, yang lain luka-luka, jangan. Kalau kita lengah, melihat tidak ada korban, itu persis seperti di Suriah juga begitu," ucapnya.

Baca juga: Setara Institute: pemerintah perlu kerangka kerja atasi radikalisme

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahayanya radikalisme, menurut dia, perlu banyak literasi dan informasi yang sampai ke masyarakat, melalui berbagai cara, salah satunya dengan kegiatan Forum Jurnalis Merah Putih.

Forum itu ikut membuka fakta radikalisme, mendalaminya, hingga menyebarkan informasi kepada masyarakat bahwa aliran radikalisme tersebut adalah ancaman nyata bagi bangsa.

Baca juga: Tanggulangi radikalisme, Kemendagri fokus ke pembinaan napiter

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menag minta PNS jadi garda terdepan melawan radikalisme

Komentar