Wishnutama jadi suami siaga jelang kelahiran anak

Wishnutama jadi suami siaga jelang kelahiran anak

Wishnutama jadi suami siaga jelang kelahiran anak (Humas Kemenparekraf)

Saya sedang jadi suami siaga ini, karena istri saya akan melahirkan, bahkan due date-nya sudah minggu lalu. Jadi kemungkinan dalam satu dua hari ini.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengaku harus menjadi suami siaga dalam beberapa waktu terakhir karena menanti kelahiran bayinya.

Menparekraf Wishnutama di Jakarta, Jumat, mengakui dalam beberapa waktu terakhir belum melakukan kunjungan kerja ke luar daerah yang jauh dari Ibu Kota.

“Saya sedang jadi suami siaga ini, karena istri saya akan melahirkan, bahkan due date-nya sudah minggu lalu. Jadi kemungkinan dalam satu dua hari ini,” kata Wishnutama.

Gista Putri, sang istri, saat ini sedang hamil 9 bulan bahkan saat pelantikan Wishnutama sebagai menteri, Gista sempat menyedot perhatian publik karena penampilannya yang tetap cantik dan anggun dengan kebaya bernuansa ungu meski dalam kondisi hamil besar.

Baca juga: Tokoh Bali temui Menparekraf tanyakan destinasi ramah muslim

Wishnutama yang memilih untuk dipanggil Mas Tama itu harus mulai jeli membagi waktunya dengan bijak antara perannya sebagai suami sekaligus peran barunya sebagai menteri.

Menurut dia, menjadi pejabat publik merupakan sebuah pengalaman baru yang benar-benar berbeda sehingga harus banyak belajar.

Oleh karena itu, ia mengaku belum bisa melakukan kunjungan kerja ke luar Jakarta yang jauh.

“Bukan saya tidak mau, misalnya untuk ke Bali atau ke destinasi lain, tapi ada dua agenda besar yang harus saya lakukan dan tidak bisa ditunda,” katanya.

Ia sekaligus mendapatkan amanah untuk mengkonsolidasikan dua nomenklatur yakni Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif yang ditargetkan rampung pada November 2019 ini.
Baca juga: Wishnutama kembangkan pariwisata yang terbuka untuk semua wisatawan

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menparekraf: Bali masih primadona

Komentar