Centrama ditunjuk bangun infrastruktur ICT Transpark Bintaro

Centrama ditunjuk bangun infrastruktur ICT Transpark Bintaro

Layanan distributed antenna system (DAS) (Foto HO)

Transpark Bintaro merupakan kawasan terpadu yang dibangun untuk themepark, lifestyle & entertainment mall, dan apartemen.
Jakarta (ANTARA) - PT Centrama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) melalui anak usaha PT MAC Sarana Djaya ditunjuk sebagai mitra untuk membangun dan mengelola infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ICT) di Kawasan Superblok Transpark Bintaro, Jakarta Selatan.

"Penunjukan ini sesuai dengan bisnis inti kami sebagai penyedia menara telekomunikasi independen dan penyedia sistem distribusi antena (distributed antenna system/ DAS) di Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan CENT, Wiwik Septriandewi di Jakarta, Selasa.

Transpark Bintaro merupakan kawasan terpadu yang dibangun untuk themepark, lifestyle & entertainment mall, dan apartemen.

Baca juga: Kominfo nilai kemajuan internet tak disertai literasi yang baik

Menurut Wiwik, Centrama dipercaya untuk menyediakan dan mengelola infrastruktur ICT untuk kawasan tersebut berupa in-building DAS, infrastruktur internet dan wi-fi, koneksi local loop, infrastruktur telepon, serta digital signage and directory.

"Kami memang biasa dipercaya untuk mengembangkan ICT untuk bangunan-bangunan bertingkat banyak," ujar Wiwik.

Dalam satu tahun terakhir ini, Centratama juga ditunjuk sebagai mitra penyedia infrastruktur ICT di beberapa kawasan seperti kawasan terpadu Trans Studio Cibubur dan Podomoro City Deli Medan.

Menurut Wiwik Per akhir September 2019, perusahaan telah mengelola 2,099 menara telekomunikasi dengan rasio tenansi 1,48 kali dan 841 site in-building DAS dengan rasio tenansi 1,90 kali serta membukukan EBITDA konsolidasi sembilan bulan pertama sebesar Rp 467 miliar (bertumbuh sebesar 14.8% dari tahun sebelumnya).

Baca juga: Menristek: Karya inovasi anak bangsa bisa jadi unggulan Indonesia

Hal ini menjadikan grup Centratama emiten penyedia menara telekomunikasi Independen ke-4 terbesar di Indonesia sekaligus emiten penyedia in-building DAS independen terbesar di Indonesia, jelasnya.

"Secara historis, kami telah menunjukan kinerja pertumbuhan yang cepat di sektor penyediaan menara telekomunikasi dengan jumlah tenan yang bertumbuh sebesar 50% CAGR (Compounded Annual Growth Rate) sejak tahun 2013," ujar Wiwik.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Area blank spot NTB terkoneksi jaringan telekomunikasi pada 2020

Komentar