Dianggap "kurang Asia", Brenda Song gagal audisi "Crazy Rich Asians"

Dianggap "kurang Asia", Brenda Song gagal audisi "Crazy Rich Asians"

Brenda Song (instagram/brendasong)

Jakarta (ANTARA) - Aktris Brenda Song telah berakting di banyak serial televisi serta film sejak belia, salah satunya peran London Tipton di serial Disney "The Suite Life of Zack & Cody".

Dalam wawancara dengan Teen Vogue, Brenda mengenang masa pahit ketika ia tidak bisa mengikuti audisi untuk film "Crazy Rich Asians" gara-gara ia dianggap "kurang Asia".

"Banyak orang yang tidak tahu, tapi saya bahkan tidak berkesempatan mengikuti audisi."

Dilansir USA Today, sebagai penggemar buku "Crazy Rich Asians", Song meminta manajernya untuk mengatur audisi, tapi yang datang adalah kabar buruk.

"Alasannya, citra saya kurang Asia, itu membuat saya sedih sekali," ungkap dia. "Karakter ini adalah perempan usia 20-an, seorang Asia Amerika, dan saya bahkan tidak bisa ikut audisi? Saya telah mengikuti audisi untuk peran Kaukasia sepanjang karir, tapi untuk peran spesifik ini saya tidak diizinkan mengikutinya?"

Baca juga: Produser film "Crazy Rich Asians" jalin kerjasama dengan Joko Anwar

Setelah itu, Brenda Song menyegarkan diri dengan cara melancong, kemudian kembali lagi ke Los Angeles setelah pikirannya sudah damai.

Brenda kini lebih bersyukur atas pekerjaan yang ia dapatkan dan hanya fokus untuk melakukan hal yang terbaik di setiap audisi.

"Crazy Rich Asians" adalah film Hollywood pertama dalam 25 tahun terakhir yang hadir di layar lebar dengan seluruh pemainnya yang berasal dari Asia.

Komedi romantis tentang seorang warga New York Asia-Amerika yang pergi ke Singapura untuk bertemu keluarga pacarnya yang kaya dan terikat tradisi keturunan Cina yang diadaptasi dari buku terlaris tahun 2013 dengan nama yang sama oleh Kevin Kwan.

Baca juga: Simu Liu perankan "Shang-Chi", pahlawan Marvel Asia pertama

Baca juga: Michelle Yeoh pakai cincin "Crazy Rich Asians" ke Golden Globes

Baca juga: "Crazy Rich Asians" akan syuting dua sekuel sekaligus

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar