Kosgoro: Bamsoet sudah "diwakafkan" untuk rakyat

Kosgoro: Bamsoet sudah "diwakafkan" untuk rakyat

Partai Golkar (ANTARA Lampung/ foto istimewa)

Golkar lewat Ketua Umum Airlangga Hartarto saya kira harus diakui telah 'mewakafkan' kepada bangsa kader terbaiknya (Bamsoet) untuk mengabdi kepada Majelis yang tidak lagi sebatas untuk memenuhi kepentingan partai
Jakarta (ANTARA) - Sekjen Kosgoro Sabil Rachman mengatakan Bambang Soesatyo telah "diwakafkan" oleh Partai Golkar untuk rakyat dengan ditunjuk sebagai Ketua MPR RI.

"Golkar lewat Ketua Umum Airlangga Hartarto saya kira harus diakui telah 'mewakafkan' kepada bangsa kader terbaiknya (Bamsoet) untuk mengabdi kepada Majelis yang tidak lagi sebatas untuk memenuhi kepentingan partai," kata Sabil Rachman dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Sabil menjelaskan terpilihnya Bamsoet dari Partai Golkar sebagai Ketua MPR 2019-2024 sejauh ini menyimpan setitik harapan terhadap penguatan peran lembaga- lembaga politik karena Bamsoet memiliki kapasitas memadai dalam menjalankan tugas-tugas kerakyatan dan kebangsaannya.

Baca juga: Pontjo Sutowo: Golkar butuh terobosan Bamsoet

Harapan itu menurutnya, makin menguat ketika dalam beberapa hari memimpin lembaga Majelis, Bamsoet langsung melakukan gebrakan dahsyat lewat komunikasi politiknya mengunjungi pimpinan partai politik dan membicarakan berbagai hal, termasuk prospek politik amandemen UUD 1945.

"Langkah ini merupakan upaya Bamsoet menempatkan MPR sebagai lokomotif yang harus menarik gerbong dukungan partai politik agar amandemen tidak lagi berada pada batas wacana dialogis belaka," tuturnya menjelaskan.

Bamsoet, kata dia, tampak mampu melakukan tidak saja transformasi gagasan kontekstual, tetapi juga lihai dalam membangun tautan kebutuhan politik kontemporer, yakni keinginan dan hasrat kuat untuk menata serta merancang ulang konstruksi politik nasional pasca-orde baru.

Dia mengatakan pada era dua dekade reformasi, konstruksi politik nasional pasca-orba masih menyisakan tidak saja problem kenegaraan, namun juga kemasyarakatan dan kebangsaan yang menghendaki secara politik penyesuaian dengan dinamika masyarakat yang berkembang.

Baca juga: Ace minta kubu Bamsoet tidak perlu menjelekan Airlangga

"Dalam konteks inilah Bamsoet saya kira akan diuji kapasitas kenegarawanannya untuk menyahuti secara cerdas dan terbuka agar proses itu dapat berlangsung dan dilalui oleh bangsa ini dengan panduan tokoh yang lahir dari rahim Partai Golkar," ujar dia.

Senafas dengan semangat itulah maka dukungan dan rekomendasi yang diberikan Partai Golkar atau secara khusus dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto kepada Bamsoet, menurut dia, didasarkan pada kapasitas dan kemampuan tersebut.

Dia memandang langkah politik menunjuk Bamsoet sebagai Ketua MPR menunjukkan bahwa Airlangga tidak terjebak pada kepentingan subjektif dengan mengubur dalam-dalam pentingnya pertimbangan obyektifitas dalam mengambil langkah politik.

"Keputusan objektif ini kini mendapatkan apresiasi publik. Keberhasilan ini menyimpan harapan yang tujuannya agar Bamsoet dapat lebih fokus menunjukkan kapasitas kepemimpinannya pada lembaga MPR," ujar dia.

Baca juga: Timses Bamsoet katakan ada potensi Munas Golkar tandingan

Dia menekankan sesungguhnya Bamsoet kini sedang mengemban misi dan kepentingan kebangsaan yang tidak sekecil lingkup atau kepentingan partai, melainkan pada horison yang jauh lebih luas.

Pandangan tersebut menurut dia, tidak akan menghadapkan atau menempatkan Bamsoet dalam posisi sulit memilih antara kepentingan ideal dan obyektif bangsa secara umum atau kepentingan subyektif partai yang mengusungnya, yakni Golkar.

"Saya kira Airlangga telah mempertimbangkan secara sungguh- sungguh yakni beratnya beban kebangsaan dan kerakyatan yang akan dipikul oleh Bamsoet di satu sisi dan pemenuhan aktivitas kepartaian pada sisi yang lain," ujarnya.

Lebih jauh dia menyampaikan sebagai pimpinan Majelis, Bamsoet harus menjadi payung kebangsaan, merawat cita-cita bangsa pada horison luas yang jauh melewati sekat-sekat sempit kepartaian meskipun dalam hal itu label sebagai kader Partai Golkar tetap harus melekat.

"Itu memang konsekuensi posisional kader Partai yang diamanahkan menjadi pimpinan Majelis yang mulia itu," kata dia.

Baca juga: Politisi senior Golkar: Bamsoet layak didukung jadi ketua umum

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar