Jadikan agen keamanan pangan, BBPOM Pekanbaru jaring 1.000 Pramuka

Jadikan agen keamanan pangan, BBPOM Pekanbaru jaring 1.000 Pramuka

Kepala Bidang Pengujian BBPOM Pekanbaru, Dra. Syarnida Apt, MM di Pekanbaru, Senin (21/10/2019) memberikan pembekalan pada 100 mahasiswa STIFAR Pekanbaru, dalam seminar online (webinar) tentang literasi penanganan hoaks obat dan makanan, bertema "Yuk Melek Informasi Obat dan Makanan" di Kampus STIFAR Pekanbaru, Provinsi Riau. (FOTO ANTARA/dok)

Anggota Pramuka menjadi agen yang strategis untuk ikut membantu BPPOM dalam mencerdaskan masyarakat akan pentingnya keamanan pangan
Kota Pekanbaru (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Provinsi Riau, menjaring sebanyak 1.000 anggota Pramuka menjadi agen keamanan pangan untuk melindungi generasi cerdas dan sehat agar terhindar dari produk makanan berbahaya.

"Makanan berbahaya atau mengandung bahan beracun yang dikonsumsi bisa merusak kesehatan, dan juga bisa mengakibatkan korban meninggal, sehingga anggota Pramuka menjadi agen yang strategis ikut membantu BPPOM dalam mencerdaskan akan pentingnya keamanan pangan," kata Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kasuri di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut dia, penjaringan sebanyak 1.000 anggota Pramuka itu berkaitan dalam agenda bulan keamanan pangan yang dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2019 dan bulan ketahanan pangan dunia, sehingga dielaborasi dengan tugas-tugas pengawasan obat dan khususnya makanan.

Ia menyebutkan, kegiatan ini sudah dilakukan melalui nota kesepahaman dengan Pramuka di dalam mewujudkan kesepahaman keamanan pangan, karena tidak mungkin tugas itu hanya dilakukan oleh pemerintah/BBPOM saja dan harus didukung partisipasi masyaraka, termasuk anggota Pramuka itu.

"Karena mereka adalah generasi penerus bangsa, maka mereka harus memiliki kecerdasan memadai, Untuk mendapatkan kecerdasan yang memadai itu maka harus didukung oleh pangan yang aman, dan mereka diberikan edukasi dan bimbingan, sekaligus menjadikan mereka agen BBPOM untuk bisa menularkan informasi ke masyarakat," katanya.

Ia mengatakan bahwa dengan kegiatan ini akan melahirkan makin banyak masyarakat yang cerdas, dan berkaitan dengan mengonsumsi makanan yang aman serta sehat bisa dilakukan dengan cara selalu mengingat Program CEKLIK BPOM.

Cek artinya periksa, K atau kemasan, dimaksukdkan agar semua masyarakatr memastikan kemasannya dalam keadaan aman. Berikutnya L, atau label pada makanan yang harus diperhatikan karena tidak semua makanan cocok dengan umurnya, atau ada yang kena gula darah, maka makanan yang mengandung banyak gula tersebut tidak bisa bagi penderita diabetes.

Sedangkan  I, adalah izin edar, makanan yang terkemas itu wajib ada izin edarnya dari BBPOM atau Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinkes sebagai tanda bukti bahwa produk tersebut sudah dievaluasi dan dinyatakan aman, bermutu dan bermanfaat.

Selain itu K, atau kedaluawarsa dan konsumen harus mengecek, apakah makanan ini dikonsumsi dalam batas yang aman, atau tidak, sehingga konsumen yang cerdas selalu ingat "CEKLIK".

Selain anggota Pramuka, katanya, juga ada kelompok yang sudah bekerja sama yakni dengan organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiah, organisasi ortonom bagi wanita Muhammadiyah dan Persaudaraan Muslimah ​​​​​​​(Salimah) serta ibu-ibu PKK.

Ke depan BBPOM akan menggandeng ibu-ibu Persit, istri  para TNI AD untuk membantu tugas pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.

Menyemarakkan Bulan Keamanan Pangan itu, diawali dengan pawai keamanan pangan oleh anggota Pramuka mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan mahasiswa, dengan titik berkumpul di depan Kantor Bank Kepri, Menara Dang Merdu, kemudian anggota Pramuka melalukan pawai menuju halaman kantor Gubernur Riau.

Selain itu juga digelar permainan, lomba, temu wicara pemilihan dan Duta Keamanan Pangan oleh Balai Besar POM di Pekanbaru tahun 2019.

Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ferry H.C. Erna Putra, mengatakan satu langkah jitu dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan adalah dengan menggerakkan generasi muda sebagai agen perubahan keamanan pangan.

"Memang yang paling dikhawatirkan adalah perang senjata, tetapi dengan menyelamatkan generasi muda agar tetap terjamin keamanan pangannya jauh lebih penting, agar bisa melahirkan generasi yang cerdas," kata Ferry.

Selain itu,  Pemrov Riau melalui satuan kerja Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikutura dan Perkebunan dipastikan akan mendukung program-program BBPOM Pekanbaru.
​​​​​​​
Program yang dibuat oleh BBPOM itu akan dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga anggota Pramuka betul-betul kenal dengan bahan pangan sehingga akan melahirkan generasi cerdas.

Bulan Keamanan Pangan 2019 bertema "Panganku Aman, Pramuka Wujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju". 

Baca juga: "Rumah oksigen" Pramuka untuk korban asap Riau

Baca juga: BBPOM Pekanbaru sita ribuan produk kosmetik ilegal senilai Rp1,5 miliar

Baca juga: BBPOM Pekanbaru sita ribuan produk pangan, minuman tak terdaftar


 

Pewarta: Frislidia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Operasi pencarian ditutup, total korban susur sungai 10 siswa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar