Pontianak (ANTARA News) - Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar menyambut baik rencana PT PLN Wilayah Kalimantan Barat membeli listrik dari Sarawak Energy untuk memenuhi kebutuhan di dua pintu perbatasan, Badau (Kapuas Hulu) dan Sajingan (Sambas), dengan target terealisasi awal 2009. "Jual beli listrik antar negara sudah merupakan hal biasa, seperti Malaysia membeli listrik ke Thailand, Thailand ke Laos, Vietnam ke Laos, dan mungkin suatu saat Malaysia yang membeli listrik ke Indonesia," katanya di Pontianak, Sabtu. Ia berada di Pontianak dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan, 19-20 September. Pada Jumat malam dirut PT PLN buka puasa bersama para pegawai PLN di kantor PLN Wilayah Kalbar, Jalan Adisutjipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kata dia, asalkan jual beli listrik tersebut saling menguntungkan, tidak ada masalah dilakukan. "Apalagi kita membeli jauh di bawah harga produksi selama ini, dan pada dasarnya tidak ada masalah. Hanya saja, kalau untuk jangka panjang, perlu ketahanan energi listrik sendiri," katanya. Sementara itu, General Manager PLN Wilayah Kalbar Haryanto WS mengatakan PLN sudah mendapat persetujuan dari Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merealisasikan rencana tersebut. Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM, J Poerwono pada 10 Juli 2008 telah mengirim surat Nomor 1979/29/600.3/2008 tentang Pengembangan Wilayah Perbatasan Kalbar. Menurut Haryanto, salah satu item pada surat yang mengatasnamakan Menteri ESDM itu adalah mengenai persetujuan pembelian listrik di wilayah perbatasan dari Sarawak. "PLN sudah melakukan survei, perencanaan, dan alokasi anggaran untuk membangun infrastruktur sejak 2007, dan masuk anggaran pada 2008," katanya. Ia menegaskan kerjasama antara PLN dan Sarawak Energy sifatnya `bussiness to bussiness`. PLN Wilayah Kalbar akan menjadi pelanggan Sarawak Energy di Badau dan Sajingan. "PLN akan menanggung biaya penyambungan jaringan listrik dari titik terakhir di wilayah perbatasan dengan Sarawak hingga beban di Badau atau Sajingan," katanya. Untuk Badau, PLN akan membeli 400 kilo Volt Ampere (kVA), sedangkan Sajingan 200 kVA setiap saat. PLN harus membayar kepada Sarawak Energy sebesar 544.900 Ringgit Malaysia (RM) untuk pasokan energi listrik di Badau dan Sajingan 270.400 RM. Total investasi yang dikeluarkan PLN di Badau sebesar Rp700 juta, dan Sajingan Rp900 juta.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2008