Dubes sebut MEA pilar penting dalam hubungan UE-ASEAN

Dubes sebut MEA pilar penting dalam hubungan UE-ASEAN

Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN bidang Komunitas Budaya dan Sosial, Kung Phoak (keempat dari kiri), bersama Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Igor Driesmans (keempat dari kanan) dan sejumlah pembicara dalam acara diskusi dan peluncuran ASEAN Integration Report 2019 di Sekretariat ASEAN Jakarta, Selasa (26/11/2019). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Uni Eropa untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Igor Driesmans, menyebut cetak biru (blueprint) Masyarakat Ekonomi ASEAN sebagai bagian penting dari hubungan antara Uni Eropa dengan ASEAN.

“Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan pilar yang penting dalam kemitraan Uni Eropa (UE) dengan ASEAN. Tak Hanya terkait hubungan investasi dan perdagangan kita yang terus berkembang, namun juga dalam kerjasama pembangunan,” kata Dubes Driesmans saat berpidato di acara peluncuran laporan integrasi ekonomi ASEAN (ASEAN Integration Report/AIR) 2019, di kantor Sekretariat ASEAN di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut, kata Driesmans, tercermin dalam kontribusi finansial Uni Eropa terhadap konektivitas ekonomi dan perdagangan ASEAN.

“Setengah dari kontribusi finansial kami (untuk) mendukung konektivitas ekonomi dan perdagangan ASEAN dan implementasi cetak biru MEA 2025, dengan jumlah hampir sebesar 100 juta euro dalam siklus finansial saat ini yakni selama tujuh tahun,” jelasnya.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), konsep integrasi ekonomi kawasan dalam upaya menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara anggota ASEAN, dibentuk pada tahun 2015 dan menjadi salah satu dari tiga pilar dari komunitas-komunitas ASEAN. Sejak pembentukan itu, integrasi ekonomi di kawasan bergerak di bawah cetak biru MEA.

Dalam cetak biru tersebut, negara-negara anggota ASEAN ingin menciptakan kawasan yang, antara lain, sangat terintegrasi secara ekonomi, inovatif dan saling terhubung dengan lebih baik lagi.

Dubes Driesmans pun menyambut baik hasil pengimplementasian cetak biru MEA, yang akan memasuki tahun kelima pada 2020, sebagaimana dipaparkan secara detil dalam laporan tersebut.

“Kita pun menggarisbawahi pentingnya menerjemahkan berbagai komitmen kawasan ke dalam level nasional. Ini berarti memasukkan agenda integrasi ekonomi ASEAN ke dalam proses pembuatan kebijakan nasional,” katanya,

Laporan integrasi ekonomi kawasan dikeluarkan oleh Integration Monitoring Directorate Sekretariat ASEAN dan bertujuan untuk memperdalam pemahaman para pemangku kepentingan terkait agenda integrasi ekonomi ASEAN.

 Baca juga: Sekretariat ASEAN luncurkan laporan integrasi ekonomi kawasan 2019
Baca juga: Pertemuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia angkat isu industri 4.0
Baca juga: Indonesia harus lakukan persiapan total hadapi MEA


 

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyeruput teh melati di puncak bukit Fuzhou

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar