YPI siapkan program pemberdayaan ekonomi ODHA tahun 2020

YPI siapkan program pemberdayaan ekonomi ODHA tahun 2020

Yayasan Pelita Ilmu (YPI) salah satu lembaga sosial di masyarakat konsern terhadap HIV/AIDS di Indonesia, berlokasi di Jalan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Kami sudah mengajukan proposal ke Kementerian Sosial untuk program usaha ekonomi produktif bagi ODHA tahun depan
Jakarta (ANTARA) - Yayasan Pelita Ilmu (YPI) kembali melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA melalui kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pada 2020, setelah usulan dana bantuan di Kementerian Sosial disetujui.

"Kami sudah mengajukan proposal ke Kementerian Sosial untuk program usaha ekonomi produktif bagi ODHA tahun depan, saat ini kami menunggu untuk disetujui," kata Sundari koordinator program pendampingan ODHA YPI, saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Minggu.

Program pemberdayaan ekonomi bagi ODHA telah dilakukan oleh YPI sejak 1997 dengan menggandeng Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Baca juga: YPI hilangkan stigma ODHA sebagai beban

Program ini membantu para ODHA untuk berdaya secara ekonomi melalui pemberian modal usaha dan tahap awal mampu menjangkau 15 ODHA.

Kegiatan pemberdayaan ekonomi tersebut terus bergulir, hingga 2014 YPI kembali mendapat dukungan dana dari Kementerian Sosial dan dapat menjangkau hingga 200 ODHA di Jakarta.

"Pada tahun 2014 program diperuntukkan bagi penambahan modal kepada para ODHA yang usahanya sudah berjalan dengan baik," kata Sundari.

Pada 2016 YPI kembali mendapat bantuan dana dari Kementerian Sosial yang disalurkan untuk penambahan modal mampu menjangkau 100 ODHA.

Baca juga: YPI konsisten berdayakan ekonomi ODHA sejak 1999

"Tahun 2017 hingga 2019 ini Kementerian Sosial mengalihkan sementara program bantuan untuk wilayah luar Jakarta, lebih fokus ke daerah-daerah, sehingga kita menunggu tahun 2020,  ada lagi untuk wilayah Jakarta," kata Sundari.

Besar anggaran untuk kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) ODHA yang diajukan oleh YPI yakni sebesar Rp300 juta.

"Yang kita usulkan segitu, tapi nanti yang disetujui oleh Kemensos biasanya setengah dari usulan," kata Sundari.

Hingga kini, YPI masih menunggu usulan bantuan tersebut dapat disetujui oleh Kementerian Sosial, sehingga program pemberdayaan ekonomi ODHA bisa kembali berjalan.

Baca juga: YPI beri bantuan hukum gratis masyarakat miskin di Sumut

Program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan oleh YPI bertujuan untuk membuat para ODHA mandiri secara ekonomi, mandiri secara kesehatan dan mandiri secara kejiwaan.
 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Temukan 133 kasus HIV/Aids baru, KPAD intensifkan pendampingan

Komentar