Di RSUD Ngudi Waluyo, tersisa empat korban kecelakaan bus dirawat

Di RSUD Ngudi Waluyo, tersisa empat korban kecelakaan bus dirawat

Kondisi bus yang terperosok ke sungai di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (8/12/2019). (FOTO ANTARA/ HO-Istimewa)

Semua yang dirawat di RSUD Wlingi (RSUD Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar) tinggal empat pasien dari total 30 pasien
Blitar (ANTARA) - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menyebutkan bahwa  hingga kini masih tersisa empat pasien korban kecelakaan bus di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, dari total 30 pasien yang masuk, yang masih dirawat di rumah sakit itu.

"Semua yang dirawat di RSUD Wlingi (RSUD Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar) tinggal empat pasien dari total 30 pasien," kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar dr Endah Woro Utami, MMRS saat dikonfirmasi di Blitar, Minggu malam.

Ia mengatakan, dari jumlah itu, lima orang meninggal dunia dan sisanya sudah mendapatkan perawatan medis. Pihak rumah sakit sudah berupaya maksimal agar para korban mendapatkan perawatan yang terbaik.

Selain karena luka yang diderita dinilai sudah mendapatkan perawatan, juga terdapat pasien yang dilakukan alih rawat karena permintaan keluarga.

"Lainnya sudah boleh pulang dan ada yang alih rawat RS di Tulungagung, karena dekat dengan rumah mereka," kata Endah Woro Utami.

Sementara itu, aparat Kepolisian Resor Blitar, dibantu Tim Traffic Accident Analystic (TTA) Polda Jatim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan bus pariwisata yang mengangkut guru TK di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP. Jadi, untuk penyebabnya kami belum bisa menyimpulkan," kata Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Ipda Didik Sugiarto.

Selain melakukan penyelidikan, Polres Blitar juga masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi baik dari penumpang maupun warga sekitar. Hal itu diharapkan bisa lebih memperjelas penyebab kecelakaan tersebut.

Sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan guru TK asal Kabupaten Tulungagung, terperosok di sungai Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Rencananya, rombongan tersebut akan menghabiskan akhir pekan ke Pasuruan.

Bus Fabian Anugrah Trans dengan nomor polisi AG 7555 UR itu melaju dari arah barat ke timur. Awalnya bus menghindari truk tronton yang mogok, namun akhirnya kecelakaan dengan sepeda motor, hingga terperosok ke dalam sungai.

Dari kejadian itu, menyebabkan lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. 

Baca juga: RSUD Ngudi Waluyo Blitar sebut lima korban kecelakaan bus tewas

Baca juga: Polres Blitar berhasil evakuasi badan bus yang terjun ke sungai

Baca juga: Korban meninggal kecelakaan bus rombongan guru TK di Blitar dimakamkan

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar