Liga 1 Indonesia

Pelatih Bhayangkara anggap kelelahan jadi alasan dikalahkan Persebaya

Pelatih Bhayangkara anggap kelelahan jadi alasan dikalahkan Persebaya

Pesepak bola Persebaya Muhammad Hidayat (kanan) terjatuh saat berebut bola dengan pesepak bola Bhayangkara FC Alsan Putra Masat Sanda (kiri) pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (08/12/2019). (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Surabaya (ANTARA) - Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster beranggapan faktor kelelahan menjadi alasan kalah dari Persebaya dengan skor telak 0-4 pada laga pekan ke-31 lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu.

"Sangat terlihat pemain kami kecapekan. Apalagi kami harus bermain di banyak laga dengan istirahat sangat pendek," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.

Selain itu, minimnya pemain yang dimiliki juga menjadi alasan sehingga alternatif menurunkan pengganti tidak ada pilihan.

"Kami datang ke sini hanya 16 pemain. Ada beberapa yang membela Timnas U-23 dan ada yang absen seperti Lee Yoo Joon. Padahal peran Lee sangat sentral di tim ini," ucap pelatih berkebangsaan Irlandia Utara tersebut.

Tak itu saja, sejak menit ke-7 timnya sudah harus melakukan pergantian pemain karena kiper utama Wahyu Tri Nugroho harus ditandu ke luar lapangan akibat cedera dan digantikan oleh Awan Setho.

Pergantian itu disebutnya bukan faktor utama kekalahan, tapi secara tidak langsung berpengaruh di taktikal permainan sekaligus menyulitkannya karena hanya ada dua kali lagi kesempatan pergantian pemain saat laga masih berjalan cukup lama.

"Tapi terlepas dari itu, Persebaya bermain jauh lebih baik dan selamat karena berhasil poin sempurna. Meski sudah aman di Liga 1 musim depan, tapi sisa tiga laga kami tidak boleh kalah lagi dan pemain tidak semakin berkurang," ucapnya.

Pemain Bhayangkara FC Alsan Sanda juga mengucapkan selamat atas kemenangan Persebaya yang bermain lebih baik.

"Lapangannya bagus dan kami memang sempat drop karena kiper cedera menit-menit awal. Di sisa laga kami akan berusaha maksimal dan memenangkan semua pertandingan," katanya.

Pada laga yang disaksikan tanpa penonton tersebut, The Guardian, julukan Bhayangkara FC, harus mengakui keunggulan tuan rumah empat gol tanpa balas melalui gol-gol yang dicetak Aryn Williams menit ke-25, dua gol David Da Silva menit ke-71 dan ke-75, serta gol bunuh diri I Putu Gede Juni Antara menit ke-78.

Baca juga: Persebaya taklukkan Bhayangkara FC dengan skor 4-0

Baca juga: Persebaya akan patahkan tren positif Bhayangkara


Hasil tersebut membuat posisi Bhayangkara FC berada di peringkat enam dengan koleksi 44 poin hasil 11 kali menang, 11 kali imbang dan sembilan kali menderita kekalahan.

Tiga laga sisa, Herman Dzumafo dan kawan-kawan akan menghadapi tuan rumah Perseru Badak Lampung FC pada Kamis (12/12), kemudian menjamu Kalten Putra pada Senin (16/12) dan bertandang ke PSIS Semarang pada Minggu (22/12).

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

40 ribu tiket final Piala Presiden ludes

Komentar