Indonesia serahkan rumah sakit di Rakhine State pada Myanmar

Indonesia serahkan rumah sakit di Rakhine State pada Myanmar

Suasana penyerahan secara teknis RS Bantuan Indonesia di Rakhine State pada Myanmar oleh Dubes RI untuk Myanmar, Iza Fadri di Yangon, Selasa (10/12/2019). Wakil Direktur Jenderal Departemen Pelayanan Kesehatan dan Olahraga Myanmar, Nay Pyi Taw mewakili pemerintah Myanmar untuk menerima RS tersebut dan disaksikan oleh Menteri Kesehatan dan Olahraga Myanmar, Myint Htwe. (KBRI Yangon)

Rumah sakit ini adalah simbol perdamaian dan persahabatan antara Indonesia dengan Myanmar
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia menyerahkan secara teknis rumah sakit (RS) Bantuan Indonesia di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State kepada pemerintah Myanmar pada Selasa, 10 Desember.

Menurut keterangan dari KBRI Yangon yang diterima di Jakarta, Selasa, pihak pemerintah Indonesia diwakili oleh Duta Besar RI untuk Myanmar, Iza Fadri, dan diterima oleh pihak Myanmar yang diwakili oleh Wakil Direktur Jenderal Departemen Pelayanan Kesehatan dan Olahraga, Nay Pyi Taw dan disaksikan oleh Menteri Kesehatan dan Olahraga Myanmar, Myint Htwe dan para pejabat tinggi di kantor Kementerian tersebut.

Turut hadir pula perwakilan dari Palang Merah Indonesia dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia.

"Rumah sakit ini adalah simbol perdamaian dan persahabatan antara Indonesia dengan Myanmar. Penyerahan secara teknis atas RS Bantuan Indonesia di Myaung Bwe, Rakhine State mewakili kegembitaan bersama rakyat Indonesia kepada rakyat Myanmar dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Myanmar pada tahun ini," kata Dubes RI untuk Myanmar Iza Fadri.

Dia pun berharap agar RS tersebut nantinya dapat mendorong pencapaian perdamaian di Rakhine State yang merupakan wilayah konflik.

Baca juga: Pembangunan rumah sakit di Rakhine libatkan berbagai suku

Sementara itu, Menteri Kesehatan dan Olahraga Myanmar Myint Htwe menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan tersebut kepada pemerintah serta rakyat Indonesia, terutama terhadap PMI dan MER-C sebagai inisiator dan eksekutor dari proyek yang berjalan selama dua tahun itu.

"Pemerintah Myanmar akan berusaha menjaga dengan baik bangunan RS tersebut dan akan menjadikannya percontohan di Rakhine State baik untuk pelayanan medis maupun kesehatan masyarakat," katanya.

Dia juga mengatakan akan melengkapi RS Bantuan Indonesia dengan sistem informasi dan teknologi yang baik, serta memastikan fasilitas itu dapat memberikan pelayanan bagi seluruh komunitas, baik dari kalangan Muslim maupun Buddha.

Sebagai informasi, rumah sakit Bantuan Indonesia di Rakhine State terdiri dari bangunan utama seluas 2.214 meter persegi di atas tanah 4.644 meter persegi yang mencakup ruang operasi, ruang gawat darurat, ruang X-Ray, dan lain-lain.

Ada pula bangunan rumah generator seluas 11,24 meter persegi yang dilengkapi satu generator, bangunan kamar jenazah seluas 24 meter persegi, empat pompa otomatks, lansekap dan dua jembatan beton.

RS tersebut merupakan proyek bersama hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat , termasuk komunitas Muslim dan Buddha Indonesia.

Baca juga: Indonesia-Myanmar rayakan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik
Baca juga: Wapres apresiasi RS Indonesia di Myanmar sebagai simbol persatuan
Baca juga: RS Indonesia di Myanmar selesai dibangun di tengah konflik
Baca juga: Tokoh agama Myanmar anggap Indonesia "role model" toleransi

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rp5,7 miliar hibah Indonesia untuk pulangkan pengungsi Rohingnya ke Myanmar

Komentar