Pembangunan rumah sakit di Rakhine libatkan berbagai suku

Pembangunan rumah sakit di Rakhine libatkan berbagai suku

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P.Marsudi (kanan) menerima Union Minister for the Office of the Union Government/National Security Advisor Myanmar U Thaung Tun, di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Kedua menteri melakukan pertemuan membahas kerja sama bilateral dan perkembangan di Rakhine State. (ANTARA FOTO/Suwandy)


Jakarta, 23/8 (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia melibatkan warga Myanmar dari berbagai suku dalam pembangunan rumah sakit Indonesia di negara bagian Rakhine, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Indonesia sedang membangun rumah sakit Indonesia di negara bagian Rakhine. Untuk menyatukan berbagai macam suku di Rakhine, pembangunan rumah sakit tersebut melibatkan semua suku di negara bagian Rakhine," kata Menlu Retno seperti disampaikan dalam keterangan tertulis, yang diterima Antara di Jakarta pada Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Retno saat memberikan pidato kunci dalam pembukaan Kongres Pancasila X di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Menurut Retno, pembangunan rumah sakit Indonesia di Rakhine dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini. Ia juga mengharapkan rumah sakit itu menjadi cara untuk memperkuat rasa persaudaraan di Rakhine.

Baca juga: Kompleks dokter RS Indonesia di Rakhine mulai dibangun

"Biarlah perbedaan di antara mereka menjadi berkah dan bukan penghalang dalam menjalani kehidupan," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah Indonesia terus menyampaikan pesan dan kritik kepada pemerintah Myanmar, termasuk mengenai kepentingan segera melakukan pemulangan, pemberian perlindungan keselamatan, dan hak hidup bagi pengungsi dari Rakhine.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan siap membantu pemerintah Myanmar menangani masalah pengungsi Rakhine, khususnya dari unsur kemanusiaan.

Pemerintah Indonesia melakukan beberapa upaya untuk berkontribusi dalam penanganan masalah pengungsi dari Rakhine.

Dari sejak muncul masalah di Rakhine dan dampaknya di Bangladesh, Indonesia adalah negara pertama berada di lapangan untuk berbicara dengan pemerintah Myanmar dan Bangladesh. Pemerintah Indonesia membantu menjembatani komunikasi Myanmar dengan Bangladesh.

Pemerintah Indonesia juga melibatkan dan berkomunikasi dengan berbagai badan dan organisasi internasional dalam menangani masalah pengungsi dari Rakhine, antara lain Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Internasional untuk Migrasi, Komite Palang Merah Internasional.

Selain itu, pemerintah Indonesia menyelenggarakan dialog antarkepercayaan untuk tokoh masyarakat dan tokoh agama serta mengirimkan bantuan kemanusiaan, seperti, sandang, pangan dan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Indonesia dorong Myanmar-Bangladesh tingkatkan komunikasi untuk repatriasi
Baca juga: Sekjen PBB akui peran Indonesia di Myanmar


Pewarta: Yuni Arisandy
Editor: Boyke S. 

Pewarta: Yuni Arisandy
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jokowi tekankan pentingnya keamanan di Rakhine State

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar