Minyak naik tetapi perang dagang AS-China bebani prospek permintaan

Minyak naik tetapi perang dagang AS-China bebani prospek permintaan

Ilustrasi: Pengeboran minyak lepas pantai (Antaranews/moneycontrol.com)

New York (ANTARA) - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kesepakatan OPEC dengan produsen terkait pekan lalu untuk memperdalam pemotongan produksi pada 2020 terus memberikan dasar bagi harga, tetapi ketegangan perdagangan AS-China mengaburkan prospek permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari bertambah 0,09 dolar AS menjadi ditutup pada 64,34 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 0,22 dolar AS atau 0,4 persen menjadi menetap di 59,24 dolar AS per barel.

Kedua kontrak acuan turun masing-masing 0,2 persen dan 0,3 persen pada perdagangan Senin (9/12).

Pekan lalu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen terkait seperti Rusia sepakat untuk memperdalam pemangkasan produksi dari 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph untuk mendukung harga.

Namun, tenggat waktu 15 Desember untuk putaran selanjutnya dari tarif AS untuk impor China membebani pasar.

"Sekarang para produsen mengumumkan pengurangan produksi pekan lalu, pasar bertahan sedikit di bawah tertinggi tiga bulan," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy. "Tanpa kesepakatan perdagangan AS-China, pasar mengalami kesulitan menuju leg baru dalam reli ini."

Presiden AS Donald Trump tidak ingin menerapkan putaran tarif berikutnya, Menteri Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan pada Senin (9/12) - tetapi ia ingin "pergerakan" dari China untuk menghindarinya.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa para pejabat dari kedua belah pihak meletakkan dasar untuk penundaan putaran tarif baru.

Juga tingkat pertumbuhan impor komoditas utama China telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan upaya stimulus Beijing mungkin membuahkan hasil dan bahwa dampak perang dagang mungkin tidak seburuk yang dikhawatirkan.

Tetapi investor tetap gelisah menjelang acara lainnya minggu ini, dengan pemilihan umum Inggris pada Kamis dan pertemuan bank sentral Amerika Serikat dan pertemuan Bank Sentral Eropa.

Pada Selasa (10/12/2019), Demokrat DPR AS sepakat untuk mendukung perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada yang terpisah setelah satu tahun negosiasi, membuka jalan untuk ratifikasi oleh Kongres tahun ini. Kesepakatan perdagangan juga harus tetap disetujui oleh parlemen Kanada.

Persediaan minyak mentah AS diperkirakan telah turun minggu lalu, sementara stok produk olahan terlihat lebih tinggi dengan stok bensin akan naik untuk minggu kelima berturut-turut, sebuah jajak pendapat awal Reuters menunjukkan.

American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, dijadwalkan akan merilis datanya untuk minggu terakhir pada pukul 16.30 waktu setempat (21.30 GMT) pada Selasa, dan laporan EIA mingguan akan dirilis pada pukul 10.30 pada Rabu waktu setempat.

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar