Kementan pererat kerja sama dengan Arab Saudi untuk ekspor beras

Kementan pererat kerja sama dengan Arab Saudi untuk ekspor beras

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menerima kedatangan Duta Besar Arab Saudi, H.E. Mr. Essam bin Abed Al-Thaqafi di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis. (Kementerian Pertanian)

Kita akan mengekspor beras ke Arab Saudi, paling tidak beras yang kita akan ekspor bisa digunakan untuk kebutuhan makan para jamaah haji dan umrah kita di sana
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian mempererat kerja sama dengan negara Arab Saudi guna meningkatkan perdagangan, khusus komoditas pertanian, termasuk rencana ekspor beras.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menerima kedatangan Duta Besar Arab Saudi, Essam bin Abed Al-Thaqafi di Kantor Pusat Kementan Jakarta, menjamin komoditas pertanian Indonesia dapat diekspor ke Arab Saudi, terutama dalam menyasar penduduk muslim di negara tersebut.

"Saya menjamin semua komoditas pertanian bisa kita ekspor ke Arab Saudi seperti unggas, ayam, produk olahan ayam, beras dan tentunya semua telah memiliki sertifikat halal mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia," kata Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Indonesia targetkan ekspor 500 ribu ton beras

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Banun Harpini menjelaskan bahwa berbagai komoditas pertanian dapat diekspor ke Arab Saudi, salah satunya adalah beras.

Saat ini, Arab Saudi masih mengimpor kebutuhan berasnya dari Thailand, India dan Amerika Serikat.

"Kita akan mengekspor beras ke Arab Saudi, paling tidak beras yang kita akan ekspor bisa digunakan untuk kebutuhan makan para jamaah haji dan umrah kita di sana," kata Banun.

Banun mengatakan bahwa produk ayam beku juga akan ditawarkan untuk diekspor mengingat sumber ayam impor Arab Saudi berasal dari negara Brasil dan mengandung salmonella, sehingga ayam beku tersebut sementara tidak masuk lagi.

Oleh karena itu, Indonesia berencana menggantikan pasar ayam beku untuk Arab Saudi.

Pada produk hortikultura, Banun menyampaikan bahwa sejumlah komoditas yang potensial untuk diekspor Arab, yakni pisang cavendish dan nanas yang telah beberapa diekspor ke berbagai negara.

Untuk mengakselerasi ekspor, pemerintah Indonesia diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk-produk pertanian Indonesia melalui pameran yang akan digelar oleh Kedutaan Arab Saudi di Jakarta pada Januari mendatang.

Baca juga: Papua segera ekspor 70 ton beras ke PNG

"Selanjutnya direncanakan pada bulan Februari Kementerian Pertanian secara resmi akan mengunjungi Arab Saudi sebagai tindak lanjut kerjasama perdangangan produk-produk pertanian," kata Banun.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi Essam bin Abed Al-Thaqafi menyatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Kementan terkait produk pertanian Indonesia yang dapat diekspor.

Dubes Essam juga menyampaikan akan segera dilaksanakan nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian Indonesia dengan Arab Saudi dalam waktu dekat ini.

Salah satu MoU tersebut berkaitan langsung dengan bidang pertanian, seperti mengadakan pelatihan bagi para petani maupun rencana ekspor produk pertanian termasuk alat mesin pertanian yang memang dibutuhkan oleh pasar Arab Saudi.

"Melalui pertemuan ini, kami mengundang Menteri Pertanian dan jajarannya untuk dapat berkunjung langsung ke negara kami guna membahas lebih lanjut terkait peningkatan hubungan kerja sama ini," kata Dubes.

Baca juga: Kementan dorong ekspor beras hitam varietas lokal

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes China siap datangkan investor kembangkan sektor pertanian

Komentar