Indonesia harapkan dukungan Singapura tanggulangi penyakit udang

Indonesia harapkan dukungan Singapura tanggulangi penyakit udang

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (12/12/2019). ANTARA/M Razi Rahman

Singapura mungkin dapat memberi dukungan kepada Indonesia...tentang penanggulangan penyakit udang yang makin merebak
Jakarta (ANTARA) - Republik Indonesia dan Singapura menjajaki peluang kerja sama karantina dan budi daya perikanan sebagai upaya meningkatkan kinerja sektor kelautan dan perikanan kedua negara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, menyatakan pihaknya telah membahas sejumlah hal dengan Singapura, antara lain terkait persoalan perkarantinaan indukan udang.

Hal itu terkait  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melarang beberapa indukan udang masuk ke Indonesia karena terserang penyakit.

Oleh karena itu, Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Rina memandang perlu kerja sama dan koordinasi dengan otoritas Singapura untuk mencegah masuknya indukan udang ke Indonesia.

Bahkan ia meminta dukungan Karantina Singapura dalam penanggulangan penyakit ini. "Singapura mungkin dapat memberi dukungan kepada Indonesia program capacity building tentang penanggulangan penyakit udang yang makin merebak. BKIPM mungkin bisa bekerja sama dengan Karantina Singapura," ujar Rina.

Indonesia, telah menyampaikan proposal pelatihan tentang Prosedur Diagnostik Penyakit Ikan kepada Singapura yang meliputi laboratorium deteksi dan diagnosis untuk Spring Viraemia of Carp (SVC). Hal ini dibahas dalam forum Indonesia-Singapore Agribusiness Working Group (ISAWG) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pertanian Indonesia.

Baca juga: KKP diharapkan sinergi cegah penyakit komoditas udang

Baca juga: KKP tidak bisa selesaikan persoalan perikanan nasional sendirian

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar