Wamen BUMN dan Gubernur NTB bahas investasi Mandalika

Wamen BUMN dan Gubernur NTB bahas investasi Mandalika

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah dan sejumlah investor besar nasional meninjau sekaligus membahas investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (17/12/2019). (ANTARA/Humas Pemprov NTB).

Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Zulkieflimansyah dan sejumlah investor besar nasional meninjau lokasi sekaligus membahas investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menegaskan bahwa NTB harus bersahabat dengan investor.

"Apa yang ingin kami lakukan di NTB ini sebenarnya sederhana saja. Sama seperti apa yang ingin dilakukan oleh Presiden Jokowi persis di level bangsa dan negara kita. Kalau Presiden Jokowi tagline-nya Indonesia Maju, maka kita di NTB ini menyebutnya NTB yang Gemilang," ujar Gubernur dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Rabu.

Baca juga: Total investasi pengembangan KEK Mandalika tembus Rp17 triliun

Pertemuan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah serta sejumlah investor besar nasional, di antaranya Djarum Group, Ciputra Group, Rajawali Group, Salim Group, Metro Group, Mandalika Jaya bersama, Vinci PP Property, Hotel Indonesia Natour tersebut dilakukan, Selasa malam (17/12) di Mandalika.

Gubernur menjelaskan, NTB Gemilang ini adalah, NTB harus mentransformasikan diri menjadi suatu daerah yang bersahabat dalam komunikasi bisnis.

"Kami akan melakukan apa saja untuk memastikan bahwa teman-teman investor nyaman dan tidak ada kesulitan untuk hadir melakukan aktivitas bisnis di NTB," ungkapnya.

Baca juga: Qatar serius berinvestasi di Mandalika, NTB

Selain bersahabat dengan investor, lanjut Bang Zul, pihaknya akan menjamin NTB ini menjadi suatu daerah yang nyaman untuk dikunjungi oleh para pengunjung. Baik yang berasal dari luar negeri maupun yang berasal dari Indonesia sendiri.

"NTB ini mempunyai keindahan alam yang luar biasa. NTB harus mampu mengundang lebih banyak tamu yang hadir dan menikmati keindahan alam yang ada di NTB," tegas Zulkieflimansyah.

Gubernur melanjutkan, selain bersahabat dengan investor, bersahabat dengan pengunjung, pihaknya juga ingin memuliakan warga sendiri dengan memberikan kursi yang paling utama. Agar masyarakat NTB tidak menjadi penonton di tempatnya sendiri.

"Kita tidak ingin ketika nanti Mandalika menjelma menjadi satu kawasan yang penuh dengan hotel berbintang, tetapi anak-anak kami tidak mampu menikmati alamnya sendiri," katanya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, dari lima wisata super prioritas, Danau Toba, Likupang, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika, yang punya potensi paling besar dan paling siap adalah Mandalika.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini melanjutkan, persepsi yang dulu mencuat adalah, kawasan Mandalika tidak bersahabat dengan turis dan investor ternyata tidak benar.

"Setelah saya melihat secara langsung, tidak ada masalah sedikitpun dari masyarakat terhadap bertumbuhnya wisatawan dan berbagai aksesoris wisatawan itu sendiri. Ini satu bukti bahwa, persepsi yang mengatakan masyarkat Lombok Tengah tidak terlalu pro investasi itu adalah salah," tegasnya.

Wamen melanjutkan, Mandalika merupakan kawasan yang luar biasa indah. Apalagi pada 2021 nanti akan digelar MotoGP. Tentunya NTB menjadi satu-satunya sirkuit MotoGP di Indonesia dari 19 sirkuit MotoGP dunia.

Karena itu, kata dia, NTB harus bangga punya pemimpin yang pro bisnis seperti Gubernur NTB. Karena, dengan pro bisnis semua yang akan dikerjakan akan menjadi mudah.

"Kami bangga dengan Bang Zul, Gubernur NTB yang sangat pro bisnis," katanya.
 

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dengan jalan santai, Pertamina ajak warga gunakan BBM sehat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar