Jakarta, (ANTARA News) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, turun tajam di awal perdagangan. Hingga pukul 10.20 waktu JATS, IHSG anjlok 55,225 poin atau 4 persen ke posisi 1.324,625 dan indeks LQ45 terkoreksi 13,351 poin atau 5,02 persen ke level 252,244. Analisa PT Trimegah Securities, dalam riset hariannya, mengungkapkan bahwa kembali terpuruknya bursa-bursa regional kembali mejadi sentimen negatif perdagangan saham di BEI. Anjloknya bursa AS, dimana indeks Dow Jones turun tajam 514,45 poin (5,69 persen) ke 8.519,21 membuat panik para investor, sehingga bursa di kawasan Asia juga mengalami penurunan tajam di awal perdagangan, termasuk BEI. Dimulai dari bursa Tokyo di mana indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari tujuh persen pada awal perdagangan Kamis, yang menyentuh tingkat terendah dalam lebih dari lima tahun dan langsung diikuti oleh bursa Hong Kong dengan Indeks Hang Seng dibuka turun 670,29 poin menjadi 13.596,31. Kondisi ini yang membuat para pelaku pasar di Indonesia enggan masuk ke pasar, terlihat dari minimnya transaksi yang terjadi. Pada pertengahan perdagangan sesi pagi ini, hanya terjadi 8.754 kali transaksi dengan melibatkan 358,681 juta saham dan nilai transkai hanya mencapai Rp291,672 miliar. Saham yang turun juga mendominasi pasar, sebanyak 118 efek dibanding yang naik hanya tiga, sedangkan 16 tidak berubah harganya dan 323 belum diperdagangkan. Hampir semua saham unggulan mengalami koreksi, diantaranya Bank BRI turun Rp275 ke Rp3.625, Perusahaan Gas Negara anjlok Rp100 ke harga Rp1.530, Antam melemah Rp70 menjadi Rp1.030 dan Telkom terkikis Rp250 ke posisi Rp6.350.(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2008