Terseret ombak di Pantai Watu Leter, BPBD cari mahasiswa UB

Terseret ombak di Pantai Watu Leter, BPBD cari mahasiswa UB

Anggota Paskhas TNI AU membawa korban dalam Simulasi Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di bantaran sungai Brantas, Jodipan, Malang, Jawa Timur, Selasa (27/8/2019). Simulasi tersebut juga melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD dan PMI untuk melatih kesiapan dalam penanganan bencana banjir serta tanah longsor sekaligus koordinasi dalam pemberian bantuan melalui udara. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/pd. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)

Korban adalah mahasiswa UB bernama Frans Nababan, berusia 18 tahun dan berasal dari Bogor, Jawa Barat
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus mencari seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur  dari Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, dilaporkan terseret ombak di Pantai Watu Leter, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Kamis pagi sekitar pukul 06.50 WIB.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengatakan, korban adalah mahasiswa UB bernama Frans Nababan, berusia 18 tahun dan berasal dari Bogor, Jawa Barat.

"Benar, pada saat berenang korban terseret ombak ke tengah laut dan hilang," katanya saat dikonfirmasi ANTARA.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban bersama rombongan tiba di Pantai Watu Leter, Kabupaten Malang kurang lebih pada pukul 04.30 WIB. Rombongan sempat menyewa tikar di warung yang ada di Pantai Watu Leter untuk beristirahat.

Kurang lebih pukul 06.30 WIB, delapan orang dari rombongan tersebut mulai berenang di laut. Setelah 20 menit berenang, ombak menerjang dan menyeret korban ke tengah laut dan hilang. Hingga saat ini, korban masih belum ditemukan.

Pada saat kejadian, ada tiga saksi mata yang merupakan rekan mahasiswa korban. Ketiga saksi mata tersebut adalah, Mikael Bintang Sitepu, Silvia Hulu, dan Robi Silitonga, yang juga mahasiswa Universitas Brawijaya Malang.

Pihak BPBD Kabupaten Malang telah menerjunkan tim gabungan dengan kekuatan 20 personel dari Pos Lapangan Gedangan, Kabupaten Malang.

Tim gabungan tersebut terdiri atas berbagai unsur seperti Satpolair Polres Malang, tim SAR, marinir, Perhutani, termasuk masyarakat sekitar.

"Sudah kami terjunkan tim dari Pos Lapangan Gedangan," kata Bambang Istiawan.

Kondisi cuaca pada saat kejadian, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tanjung Perak Surabaya, cerah berawan, dengan kecepatan angin 13 knot, dan tinggi gelombang berkisar 1,25-2,75 meter.


Baca juga: BPBD antisipasi longsor jalur selatan Lumajang--Malang

Baca juga: BPBD Kota Malang optimalisasi peran Kelurahan Tangguh Bencana

Baca juga: BPBD sebut Kota Malang dilanda 197 kejadian bencana


 

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar