Liga Inggris

Lampard ogah dibanding-bandingkan dengan Mourinho

Lampard ogah dibanding-bandingkan dengan Mourinho

Manajer Chelsea Frank Lampard memberi instruksi kepada para pemainnya dalam pertandingan Liga Champions Grup H melawan Lille yang dimainkan di Stadion Stamford Bridge, London, 10 Desember 2019. (ANTARA/AFP/GLYN KIRK)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Chelsea Frank Lampard tidak mau dibanding-bandingkan dengan gaya unik Jose Mourinho, saat The Blues bertemu dengan Totteham Hotspur pada pertandingan Liga Inggris Minggu.

Lampard mengakui bahwa Mourinho memiliki peran besar dalam perkembangan dirinya saat masih bermain, namun sekarang ia ingin menyusuri jalannya sendiri ketimbang meniru gaya mantan manajernya tersebut.

"Ia tentu saja merupakan manajer bagus dengan banyak atribut bagus. Namun, tidak ada satu hal spesifik yang saya pelajari dari dia, dan saya tidak ingin menjadi kloning atau semacamnya," kata Lampard seperti dilansir AFP.

Baca juga: Jadwal Liga Inggris: kesempatan Leicester, Man City dekati Liverpool

"Saya senang dapat melawan Jose, bagi saya yang pernah bekerja di bawah arahannya, ia memberi pengaruh besar dalam karier saya," tambahnya.

Pertemuan pertama Lampard dengan Mourinho di ajang Liga Inggris menjadi sorotan menjelang derby London tersebut, dimana hasil pertandingan tersebut akan menentukan siapa tim ibukota yang berhak berada di empat besar saat Natal.

Manajer Spurs Mourinho memainkan peran penting dalam kemunculan Lampard sebagai gelandang papan atas, yang merupakan salah satu andalan utamanya saat masih mengarsiteki Chelsea.

Baca juga: Chelsea masukan nama Werner dan Dembele ke daftar belanja Januari

Saat Mourinho telah meraup sejumlah trofi penting dalam 19 tahun kariernya sebagai pelatih, Lampard masih berupaya mengukir namanya di dunia kepelatihan.

Mantan gelandang timnas Inggris itu baru menjalani musim keduanya sebagai manajer, setelah meninggalkan klub strata kedua Derby County untuk pindah ke Chelsea pada Juli.

Baca juga: Neuer dan Muller sebut Bayern Munchen pede bisa kalahkan Chelsea

Lampard dan Mourinho masih memelihara komunikasi. Sang manajer Tottenham berjanji akan memberikan pelukan ketika mereka bertemu sebelum sepak mula dan membicarakan "cintanya" terhadap sosok Lampard.

Namun, hal itu tidak menghentikan upaya sang murid untuk mengalahkan gurunya di pertandingan penting, yang tentu jika terwujud akan menghadirkan kenangan manis bagi sosok 41 tahun tersebut.

"Setiap poin menjadi penting"

Chelsea unggul 12 poin atas Tottenham saat Mourinho menggantikan Mauricio Pochettino yang dipecat pada November.

Selisih itu kini berkurang menjadi hanya tiga poin, setelah racikan Mourinho sukses memicu kebangkitan Tottenham dengan empat kemenangan dari lima pertandingan liganya.

Sebaliknya Chelsea sedang menjalani masa suram pertama dalam kepelatihan Lampard, dengan catatan empat kekalahan dari lima pertandingan terakhir mereka.

"Menantang dia saat masih melatih Derby ketika melawan Manchester United tahun lalu merupakan hal besar bagi saya. Dan tetap seperti itu," kata Lampard mengacu pada kemenangan atas pasukan Mourinho musim lalu pada putaran ketiga Piala Liga.

Baca juga: Chelsea lolos ke fase gugur usai jinakkan Lille

Baca juga: VAR membuat Chelsea takluk 0-1 kepada Bournemouth


"Saya akan selalu menghormati dia. Hal yang lebih besar adalah Chelsea-Tottenham, dan itulah makna rivalitas bagi para pemain dan kami sendiri."

Lampard memenangi dua gelar liga di bawah asuhan Mourinho di Chelsea, namun mereka sekarang merupakan mitra selevel sebagai manajer dan mantan bintang Inggris itu menyadari bahwa Mourinho memiliki skuat yang mampu menjungkalkan The Blues dari empat besar.

"Semestinya relatif imbang ketika Anda melihat pada empat tahun terakhir, dimana Chelsea dan Totenham bertarung untuk masuk empat besar. Itu selalu menjadi pertandingan yang kompetitif," tutur Lampard.

Dampak Mourinho di Tottenham telah mengejutkan banyak pihak, yang beranggapan bahwa karier Mourinho sebagai manajer papan atas telah usai setelah dua masa kerja terakhirnya di Chelsea dan United berakhir mengenaskan.

Namun, Mourinho tidak pernah meragukan kemampuannya untuk mengembalikan Spurs ke jalur kemenangan. Sekarang ia ingin menggarisbawahi kebangkitan mereka dengan kemenangan atas Chelsea.

"Ketika saya tiba kami terpaut 12 poin, kami lebih dekat dengan dasar klasemen ketimbang pucuk klasemen," ucap Mourinho.

"Namun tentu saja kami tahu dimana posisi kami semestinya, dan kami tahu hanya masalah waktu untuk meninggalkan posisi menyedihkan itu dan melakukan pendekatan."

"Kami tahu kami dapat mengakhiri tahun ini di empat besar. Namun, ini bukan hanya antara kami dan Chelsea. Manchester United terlibat. Wolves terlibat. Setiap poin menjadi penting," pungkasnya.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar