Pelabuhan di Mamuju bersiap jadi penyangga ibu kota baru

Pelabuhan di Mamuju bersiap jadi penyangga ibu kota baru

Pengembangan kawasan Pelabuhan Simboro Mamuju untuk mempercepat konektivitas antarwilayah dan sebagai pelabuhan penyangga calon ibu kota baru Indonesia. ANTARA/HO UPP Mamuju/am.

Secara teknis, pelabuhan di Mamuju siap menjadi penyangga dalam menyuplai berbagai kebutuhan ke kawasan calon ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur
Mamuju (ANTARA) - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Mamuju, Sulawesi Barat, mengembangkan pelabuhan di daerah itu untuk mempercepat konektivitas antarwilayah dan menjadi penyangga calon ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur.

"Secara teknis, pelabuhan di Mamuju siap menjadi penyangga dalam menyuplai berbagai kebutuhan ke kawasan calon ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur," kata Kepala Kantor UPP Kelas I Mamuju Jondra Juis dihubungi di Mamuju, Rabu.

Ia menjelaskan di Kabupaten Mamuju terdapat dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Simboro dan Pelabuhan Mamuju.

Baca juga: Tidak ada peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Simboro Mamuju

Pelabuhan Simboro melayani rute pelayaran Mamuju-Kariangau Balikpapan Kalimantan Timur.

Sementara, Pelabuhan Mamuju melayani rute pelayaran Mamuju-Pulau Ambo-Pulau Popoongan-Pulau Salisingan hingga Balikpapan serta trayek Mamuju-Budong-bodong dan Bontang (Kaltim).

Ia menjelaskan Pelabuhan Simboro memiliki kedalaman alur 6-300 mLWS dan kedalaman kolam 5-6 mLWS dengan ukuran luas dermaga 60x10,5 m2 dan trestle seluas 80x8 m2.

Fasilitas lain yang dimiliki oleh Pelabuhan Simboro, antara lain lapangan penumpukan seluas 50x60 m2, gudang seluas 26x9 m2 serta terminal penumpang seluas 15x5 m2.

Baca juga: Danlanal Mamuju pantau arus balik di Pelabuhan Simboro

Ia juga menguraikan bahwa Pelabuhan Simboro memiliki fasilitas kantor seluas 198 m2, lapangan parkir seluas 68 m2, pos jaga seluas 24 m2 serta rumah dinas seluas 160 m2.

Dermaga Pelabuhan Simboro, lanjut Jondra Juis, siap disandari oleh kapal dengan ukuran sampai dengan 1.500 DWT.

"Untuk konektivitas antarwilayah dan mendukung peningkatan PAD serta PNBP, telah dibangun juga fasilitas pelabuhan di Pulau Ambo dan Pompoongan serta persiapan dokumen pembangunan Pulau Salinsingan," katanya. 

Begitu juga untuk dukungan pariwisata, Ditjen Hubla Kemenhub telah menghibahkan dua unit kapal rakyat berukuran 35 GT kepada Dushub Provinsi Sulbar dan Dishub Kabupaten Mamuju. Sedangkan untuk pengawasan keselamatan Kantor UPP Kelas l Mamuju diberikan 1 unit kapal Patroli kelas V.

"Pada prinsipnya, pelabuhan di Mamuju siap, tinggal komitmen dari pemerintah daerah. Saat ini, kami berupaya bagaimana menarik pengusaha untuk menggunakan fasilitas yang ada di pelabuhan dan semuanya sudah tersedia," kata Jondra Juis.

Ia mengaku, pihaknya juga telah mengajukan permohonan agar kapal-kapal Pelni bisa bersandar di Pelabuhan Mamuju dalam upaya meningkatkan PAD daerah itu.

Baca juga: Pelabuhan Simboro dipadati penumpang mudik

Termasuk, pengembangan kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang saat ini telah diserahkan Pemerintah Kabupaten Mamuju ke Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar.

"Saat ini TPI sudah diserahkan Pemerintah Kabupaten Mamuju ke Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar selanjutnya akan kami kembangkan bersama Pelabuhan Mamuju untuk menunjang konektivitas dalam meningkatkan perekonomian di Mamuju khususnya, dan Sulbar pada umumnya," tuturnya.

"Jadi, kami siap tinggal komitmen dari pemerintah daerah," ujar Jondra Juis.
Pengembangan Pelabuhan Pulau Ambo Kabupaten Mamuju untuk mendukung konektivitas antarwilayah (ANTARA/HO/Kantor UPP Mamuju)

Pewarta: Amirullah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelindo III gandeng swasta kembangkan lini bisnis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar