Info Haji

Kuota haji RI tetap, tapi jamaah tambah 10.000, sebut Menag

Kuota haji RI tetap, tapi jamaah tambah 10.000, sebut Menag

Menteri Agama Fachrul Razi. ANTARA/Agus Salim/pri.

Kami ajukan tambahan, dapat tambahan tapi bukan tambahan kuota, tambahan jamaah sebanyak 10.000 orang
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan kuota haji untuk Indonesia tetap sebanyak 221.000 orang namun ada tambahan untuk 10.000 jamaah.

"Kami ajukan tambahan, dapat tambahan tapi bukan tambahan kuota, tambahan jamaah sebanyak 10.000 orang," katanya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Ia menyebutkan jumlah tersebut merupakan jumlah yang disampaikan pihak Arab Saudi saat dirinya bertemu dengan mereka.

"Kuota haji yang pada saat pertemuan saya, pihak Arab Saudi menyatakan tidak akan menambah," katanya.

Menag mengungkap alasan mengapa jumlah kuota tidak ditambah yaitu karena yang menentukan adalah Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

"Kuota haji itu yang menentukan OKI, bukan Aras Saudi, itu menurut menteri haji mereka," katanya.

Dengan demikian kuota haji untuk Indonesia tetap sebanyak 221.000 orang.

"Tapi kalau kita ingin minta tambahan 10 ribu, boleh. Kami ajukan tambahan, dapat tambahan, tapi bukan tambahan kuota, tambahan jamaah 10 ribu," katanya menegaskan.

Sebelumnya pada Senin (23/12), Pimpinan MPR RI menemui Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz untuk meminta tambahan kuota haji.

Pimpinan MPR menyampaikan harapan umat Islam di Indonesia yaitu penambahan kuota haji kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz di kompleks Kerajaan Arab Saudi.

​​​​​"Alhamdulillah permintaan kami diterima dengan baik, pihak kerajaan mempertimbangkan permintaan tersebut," kata Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (24/12).

Pertemuan dihadiri oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, para Wakil Ketua seperti Ahmad Muzani, Hidayat Nur Wahid, Syarif Hasan, Zulkifli Hasan, Arsul Sani, Jazilul Fawaid, Fadel Muhammad, dan Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Besarnya minat umat Islam asal Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji ke Mekkah telah memicu antrean yang panjang, bahkan mencapai 20 tahun lamanya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, pihaknya meminta peningkatan kuota haji jamaah Indonesia menjadi minimal 250.000 orang.

"Kami bertemu dengan Raja Salman di Istana Raja, kurang lebih 40 menit didampingi ketua Majelis Syuro Kerajaan Arab Saudi. Banyak hal yang dibahas, selain memohon ditambahkan kuota haji Indonesia minimal 250.000 jamaah," kata Jazilul lewat pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa.

Selain meminta penambahan kuota haji, Jazilul mengatakan MPR RI telah mengusulkan terbentuknya Forum Majelis Syuro Negara Muslim se-Dunia.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pun telah mempertimbangkan permintaan dari umat Islam di Indonesia karena menganggap Indonesia bermintra strategis dengan Arab Saudi.

Bukan hanya sebatas urusan haji ataupun ekonomi dan politik, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan budaya.

Menurut Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Raja Salman berjanji akan meningkatkan pelayanan haji dan umroh khususnya kepada jamaah asal Indonesia.

"Kerajaan Saudi Arabia berjanji akan meningkatkan pelayanan haji dan umroh kepada warga negara Indonesia yang melaksanakan haji dan umroh. Tentunya ini sangat baik," katanya.

Baca juga: Pimpinan MPR temui Raja Salman minta tambahan kuota haji

Baca juga: Menag lobi Saudi kuota dasar Indonesia jadi 231 ribu slot

Baca juga: Indonesia ditawari tambahan kuota haji setelah renovasi Mina

Pewarta: Agus Salim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menag siapkan skenario haji 2020 saat pandemi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar