Yogyakarta, (ANTARA News) - Badai yang menerjang kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) selama 15 menit pada Jumat (7/11) sekitar pukul 14.45 WIB, tepatnya di bagian timur dan barat Jalan Kaliurang menyebabkan kerugian material dari gedung dan juga kendaraan yang rusak sekitar Rp 12 miliar. "Gedung-gedung banyak yang rusak, utamanya pada atap atau plafon sehingga air hujan masuk dan merusakkan komputer serta server yang ada di dalam ruangan selain banyak menara-menara roboh," kata Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Sumber Daya Manusia UGM, Ainun Naim, di Yogyakarta, Sabtu. Sebagian besar fakultas di kampus UGM mengalami kerusakan dari tingkat ringan hingga berat, begitu pula beberapa gedung lain seperti Graha Sabha Pramana (GSP), University Club, Guest House, Koperasi Mahasiswa, dan Pusat Kebudayaan yang mengalami kerusakan cukup berat pada bagian atap. Selain kerusakan bangunan, diperkirakan terdapat lebih dari 100 pohon yang tumbang akibat amukan badai. Pihak universitas harus bekerja keras untuk mengembalikan kesejukan di kampus. Rencana jangka pendek yang akan dilakukan UGM adalah segera menyiapkan ruang untuk kegiatan akademik sehingga pada Senin (10/11) sudah dapat berjalan seperti semula serta menyingkirkan pohon yang merintangi jalan. Bila kondisi ruangan belum memungkinkan untuk menyelenggarakan kegiatan kantor atau perkuliahan maka kegiatan tersebut akan dipindahkan, termasuk tempat penitipan anak yang berada di lingkungan kampus UGM. Untuk biaya perbaikan gedung dan fasilitas pendukung yang rusak, UGM akan mengajukan permohonan dana kepada pemerintah melalui pos anggaran kategori luar biasa. Sementara itu, Singgih H. Wibowo, Direktur Pemeliharaan dan Pengelolaan Aset menyatakan, pembangunan gelanggang mahasiswa yang masih setengah jalan namun kemudian rusak akibat badai tetap akan diteruskan oleh pemilik proyek yang tengah menangani pembangunan gedung.(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2008