Lamongan, (ANTARA News) - Pihak keluarga telah menyiapkan liang kubur untuk jasad Amrozi dan Ali Gufron alias Muklas di tanah milik kakak Amrozi, M.Chozin, di Desa Tenggulun, sekitar 700 meter dari rumah Ny.Tariyem, ibu kandung Amrozi. Sejak Minggu (9/11) pagi pukul 07.00 WIB sejumlah pekerja menggali tanah di lahan M.Chozin. Lokasi tersebut berhadapan dengan pemakaman umum Desa Tenggulun, tempat Nurhasyim, ayah Amrozi dimakamkan. Sesuai permintaan Amrozi, dia minta jasadnya dikebumikan di dekat makam ayahnya yang meninggal tahun 2005. Permintaan serupa juga disampaikan Muklas. Hingga pukul 09.00 WIB belum diperoleh informasi mengenai kedatangan jenazah dari tempat eksekusi di Cilacap, Jawa Tengah. Namun, para pelayat yang telah berdatangan sejak pagi di rumah duka lebih dari 1.000 orang. Mereka terpaksa ditampung di rumah-rumah tetangga. Sejumlah warga termasuk wartawan sempat "kecele" ketika satu pesawat helikopter milik polisi mendarat di Desa Payaman. Begitu mesin pesawat mati, mereka mendekat dan melongok ke dalam kabin, ternyata tidak menemukan apa-apa, kecuali dua petugas termasuk pilot heli. Tidak hanya warga dan wartawan yang kecele, tetapi juga petugas medis yang langsung melarikan mobil ambulans mendekati pesawat. Begitu sigapnya para aparat yang bertugas sesuai bidangnya masing-masing, menimbulkan dugaan bagi warga bahwa para petugas sedang melakukan simulasi. (*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2008