Kemenperin patok investasi industri capai Rp351 triliun pada 2020

Kemenperin patok investasi industri capai Rp351 triliun pada 2020

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri acara cara temu dialog pengembangan kawasan industri prioritas usulan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Jakarta, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO Humas Kemenperin/am.

Era industri 4.0 yang membawa perubahan pada peningkatan ekonomi berbasis digital
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian mematok target investasi sektor industri menyentuh angka Rp307 triliun hingga Rp351 triliun hingga akhir 2020, angka ini lebih besar dari proyeksi investasi pada 2019 sebesar Rp188,8 triliun hingga Rp204,6 triliun.

“Hal itu tentunya perlu didukung dengan adanya penyelesaian kendala investasi dan kepastian berusaha dengan pemangkasan regulasi melalui RUU Omnibus Law yang saat ini sedang terus dimatangkan pembahasannya oleh pemerintah,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin.

Seiring peningkatan investasi di sektor industri, lanjut Menperin, tren penyerapan tenaga kerja juga terus bertambah.

Hal ini terlihat pada kurun waktu 2015 hingga Agustus 2019, di mana jumlah tenaga kerja sektor industri sudah mencapai 18,93 juta orang.

Sementara itu, pada 2020, jumlah tenaga kerja sektor industri diperkirarakan sebanyak 19,59 – 19,66 juta orang.

“Era industri 4.0 yang membawa perubahan pada peningkatan ekonomi berbasis digital, akan mampu menyerap banyak tenaga kerja baru terutama memanfaatkan bonus demografi yang sedang dialami oleh Indonesia hingga tahun 2030 mendatang,” terangnya.

Guna memfasilitasi investasi yang masuk di Tanah Air, Pemerintah tetap memprioritaskan penyebaran industri ke luar Pulau Jawa, salah satunya melalui pengembangan kawasan industri prioritas.

Pada 2020-2024, ada 27 kawasan industri prioritas yang direncanakan, yaitu 14 di Pulau Sumatera, enam di Kalimantan, satu di Madura, satu di Jawa, tiga di Sulawesi dan Kepulauan Maluku, satu di Papua, serta satu di Nusa Tenggara Barat.

“Pemerintah tengah mengawal beberapa investasi besar sektor industri dari Taiwan dan Amerika Serikat, antara lain CPC Corporation (Taiwan) di sektor industri petrokimia, LiteMax (Taiwan) di sektor industri elektronika dan Smart City, Taiwan Sugar Corp (Taiwan) di sektor industri gula, dan UNICAL (AS) di sektor industri dirgantara,” sebutnya.

Baca juga: Kadin harapkan iklim investasi dongkrak industri nasional pada 2020
Baca juga: Industri MRO Amerika minat investasi di Batam


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Luhut sebut kehadiran TKA membuka lapangan kerja baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar