Inggris kurangi staf di Iran, Irak pascapembunuhan Soleimani

Inggris kurangi staf di Iran, Irak pascapembunuhan Soleimani

Warga menghadiri prosesi pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani, kepala Pasukan elit Quds, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas dalam serangan udara di bandara Baghdad, di Ahvaz, Iran, Minggu (5/1/2020). ANTARA/VIA REUTERS/WANA NEWS AGENCY/tm.

Teheran (ANTARA) - Inggris telah mengurangi staf di kedutaan besarnya di Iran dan Irak ke tingkat minimum setelah komandan militer Iran di Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan drone AS, Sky News melaporkan pada Senin (6/1).

Penarikan para diplomat adalah langkah pencegahan di luar data spesifik intelijen dari suatu ancaman, menurut laporan itu, yang mengutip sumber-sumber diplomatik. (http://bit.ly/2FvWb0x)

Duta Besar Rob Macaire di Teheran dan Stephen Hickey di Baghdad akan tetap berada di pos mereka, kata Sky News.

Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan kedutaan besarnya di Baghdad dan Teheran tetap terbuka tetapi menolak mengomentari detail operasional kedutaan.

"Keselamatan dan keamanan staf kami sangat penting dan kami menjaga keamanan kami berdasarkan tinjauan rutin," kata seorang juru bicara.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Boris: Inggris tak akan sesali kematian Soleimani

Baca juga: Inggris tingkatkan pengamanan di Timteng setelah Soleimani terbunuh


Baca juga: Timur Tengah memanas, Indonesia siapkan rencana perlindungan WNI
 

Irak: BBM Subsidi Untungkan Orang Kaya

Penerjemah: Atman Ahdiat
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar