"Vetiver" dipilih Jokowi cegah banjir di kawasan hulu

"Vetiver" dipilih Jokowi cegah banjir di kawasan hulu

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) memimpin rapat pencegahan dan penanganan dampak banjir di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

kami lihat pentingnya tanaman pencegah longsor dan bisa menghambat banjir bandang
Jakarta (ANTARA) - Tanaman akar wangi atau "vetiver" dipilih Presiden Joko Widodo untuk menjadi salah satu tanaman penutup lahan perbukitan di kawasan hulu sungai untuk mencegah banjir dan tanah longsor.

"Tidak hanya pohon-pohon keras, tapi kami lihat pentingnya tanaman pencegah longsor dan bisa menghambat banjir bandang. Saya kira tanaman 'vetiver', akar wangi, nanti akan saya cari sebanyak-banyaknya bibit dan benih," kata Jokowi dalam sambutannya saat menerima sejumlah kepala daerah terdampak banjir di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu.

Menurut Presiden, reboisasi kawasan hutan harus segera dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca juga: Presiden perintahkan Gubernur DKI Jakarta selesaikan sodetan Ciliwung

Baca juga: Presiden panggil kepala daerah tekankan kerja sama tangani banjir


Jokowi pun memerintahkan KLHK untuk menyiapkan bibit "vetiver" sehingga program penghijauan dapat dilakukan pada Januari-Februari 2020, terutama di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, dan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

"Termasuk juga nanti saya minta ke KLHK agar sebanyak-banyaknya disiapkan di kabupaten-kabupaten yang ada untuk tanaman kerasnya," kata Jokowi.

Selain itu, Presiden juga memerintahkan percepatan pembangunan infrastruktur pencegah banjir di kawasan hulu.

"Saya minta dipercepat di Kementerian PUPR, (pembangunan) Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi. Meski saya tahu progresnya sudah 47 persen, dan pembebasan tanah sudah 95 persen, ini sisanya segera diselesaikan," tegas Presiden.

Sementara itu, untuk menangani banjir di kawasan hilir, Presiden meminta percepatan pembangunan sodetan Sungai Ciliwung dan pelanjutan normalisasi ataupun naturalisasi sungai-sungai di Jakarta.

"Jakarta sebagai Ibu Kota bukan berdiri sendiri, tapi dikelilingi oleh wilayah Jawa Barat dan Banten. Saya harap semuanya bisa bekerja sama dengan baik menyelesaikan masalah banjir. Tanpa kerja sama itu, saya kira penyelesaiannya tidak komprehensif dan tidak bisa selesaikan masalah secepat-cepatnya," demikian Presiden.

Hadir dalam pertemuan itu yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Banten Wahidin Halim, serta Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Bupati Bogor Ade Yasin, dan Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Selain itu turut mendampingi Presiden yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala BNPB Doni Monardo. 

Baca juga: Presiden minta seluruh jajaran turun ke lapangan atasi banjir

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kabulkan permintaan BKPM, Presiden beri DAK untuk PTSP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar