Harga minyak jatuh setelah Trump "mengecilkan" serangan Iran

Harga minyak jatuh setelah Trump "mengecilkan" serangan Iran

Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan rudal oleh Iran di pangkalan AS di Irak sementara Wakil Presiden Mike Pence (belakang kanan) di Grand Foyer di Gedung Putih di Washington, AS, Rabu (8/1/2020. ANTARA/REUTERS /Jonathan Ernst/pri.

New York (ANTARA) - Harga minyak jatuh pada penutupan hari Rabu (8/1), membalikan lonjakan dalam perdagangan semalam setelah Presiden AS Donald Trump "mengecilkan" serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Irak.

Iran pada hari Rabu (8/1) waktu setempat meluncurkan rudal balistik di pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS sebagai balasan atas serangan AS yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu di Gedung Putih bahwa tidak ada korban AS yang diakibatkan oleh serangan itu dan bahwa "Iran tampaknya mundur," menyebutnya "hal yang baik" untuk semua pihak yang berkepentingan.

Analis mengatakan pedagang telah menafsirkan komentar itu sebagai langkah menuju eskalasi.

Harga patokan minyak AS, West Texas Intermediate IWTI) untuk pengiriman Februari turun 3,09 dolar AS menjadi mantap pada 59,61 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara harga minyak patokan internasional, brent untuk pengiriman Maret turun 2,83 dolar AS menjadi ditutup pada 65,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca juga: Minyak turun seiring redanya kekhawatiran ketegangan di Timur Tengah

Baca juga: AS-Iran memanas, Menko Airlangga ingatkan potensi harga minyak naik

Penerjemah: Risbiani Fardaniah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPBB menilai harga BBM terlalu mahal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar