Pengamat sarankan pemerintah segera tuntaskan kasus Jiwasraya

Pengamat sarankan pemerintah segera tuntaskan kasus Jiwasraya

Dokumentasi - Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah Redjalam dalam diskusi terkait bisnis syariah yang diadakan Info Bank di Jakarta, Kamis (21/11/2019). ANTARA/Dewa Wiguna/aa.

Kebangkrutan Jiwasraya bisa menyebabkan kepercayaan terhadap lembaga asuransi lainnya hilang tapi tidak sepenuhnya
Jakarta (ANTARA) - Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyarankan pemerintah segera menuntaskan masalah pengelolaan keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) agar tak semakin memberi citra buruk bagi industri asuransi.

Piter menuturkan kasus Jiwasraya ini akan mempersulit perusahaan asuransi dalam menawarkan produk-produk asuransi dan menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga keuangan asuransi secara keseluruhan.

Baca juga: Wacana pembentukan Pansus Jiwasraya dinilai ganggu upaya penyelamatan


“Kebangkrutan Jiwasraya bisa menyebabkan kepercayaan terhadap lembaga asuransi lainnya hilang tapi tidak sepenuhnya,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Piter, pernyataan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang masalah Jiwasraya yang menimbulkan risiko sistemik adalah lebih berimbas kepada citra dan perkembangan perusahaan asuransi lainnya.

“Saya tidak sependapat dengan BPK yang terlalu terburu-buru untuk menyatakan Jiwasraya berdampak sistemik,” ujarnya.

Ia menyebutkan risiko sistemik sendiri terjadi apabila banyak lembaga keuangan seperti perbankan yang menyimpan uangnya di Jiwasraya sehingga akan ikut kolaps jika perusahaan ini bangkrut.

Baca juga: Kementerian: Politisasi Jiwasraya bisa gagalkan upaya meraih investor


Di sisi lain, Piter mengatakan dana yang tersimpan di Jiwasraya mayoritas merupakan milik nasabah secara individu dan bukan lembaga sehingga risikonya relatif terbatas.

“Berbeda dengan perbankan yang sumber dananya adalah milik lembaga keuangan atau perbankan lain. Perlu diingat kita hanya mengenal pasar uang antarbank, tidak ada pasar uang antarasuransi,” jelasnya.

Piter melanjutkan pada dasarnya asuransi tidak mengenal risiko bersifat sistemik karena komposisi nasabah bukan merupakan lembaga keuangan asuransi lainnya namun lebih banyak pada individu.

Baca juga: Cegah risiko sistemik Jiwasraya, BUMN upayakan pelunasan klaim nasabah


“Saya kira maksud BPK adalah kebangkrutan Jiwasraya akan menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat kepada perusahaan asuransi lainnya. Ini yang dimaksud sistemik oleh BPK,” ujarnya.

Piter optimistis industri asuransi di Indonesia akan tetap mampu berkembang melalui pemerintah yang segera menyelesaikan kasus Jiwasraya secara tuntas dengan mengutamakan pembayaran klaim asuransi nasabah. “Itu yang utama harus dilakukan oleh OJK dan pemerintah,” tegasnya.

Baca juga: Erick Thohir: Pengumuman BPK terkait Jiwasraya beri kepastian nasabah

 

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Panja Jiwasraya gelar rapat perdana secara tertutup

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar