Ditjen Perkeretaapian Kemenhub tanda tangani pakta integritas

Ditjen Perkeretaapian Kemenhub tanda tangani pakta integritas

Penandatanganan Pakta Integritas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. ANTARA/HO Kemenhub/am.

Setiap pegawai harus menunjukkan komitmen terhadap integritas dan etika
Jakarta (ANTARA) - Para pejabat di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menandatangani pakta integritas dalam rangka meningkatkan integritas dan profesionalisme menjalankan tugas pada 2020.

“Saya mengingatkan agar semua pegawai Ditjen Perkeretaapian selalu menjaga integritas dalam bekerja. Setiap pegawai harus menunjukkan komitmen terhadap integritas dan etika, ini adalah pondasi dalam melaksanakan setiap kegiatan, mengingat anggaran DJKA adalah yang terbesar di antara unit kerja lain di lingkungan Kementerian Perhubungan,” kata Dirjen Perkeretaapian Zulfikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Kemenhub inspeksi jalur kereta api jelang libur Natal
Baca juga: Kemenhub: proyek perkeretaapian strategis dipantau langsung Presiden


Zulfikri mengatakan pada 2020 selain pembangunan jalur, yang tidak kalah penting adalah kegiatan perawatan dan peningkatan jalur-jalur tersebut.

Menjaga kualitas jalur dengan ukuran dan standar yang jelas tidak kalah pentingnya.

Selama ini indikator pembangunan perkeretaapian adalah panjang jalur terbangun, untuk ke depan indikatornya adalah Track Quality Index (TQI).

“Ini penting agar keandalan dan kualitas jalur terjaga dan perjalanan kereta lebih stabil dan nyaman,” katanya.

Di samping itu, sepanjang 2020 ini akan dilakukan pengoperasian pekerjaan-pekerjaan tahun sebelumnya yang telah rampung atau pada 2020 ini ditargetkan selesai.

Beberapa kegiatan tersebut antara lain Jalur KA Stasiun Padang-Pulau Air, DT Kota Bumi-Cempaka, Dipo Cipinang, Jalur KA Tanjung Mas, Jalur Elevated Manggarai , DT Solo Jebres-Solo Balapan, dan DT Kutoarjo-Kroya. 

Selanjutnya, jalur KA Krueng Mane-Kuta Belang, Stasiun New Jatinegara dan Matraman, reaktivasi Cianjur-Cipatat, Dipo Pulo Brayan, KA BIAS ( Klaten-Solo-Bias), KA YIA (Kutoarjo-Wojo-Yogya ), Jalur KA Binjai-Besitang, Jalur KA Sei Mangke-Kuala Tanjung, New Track dan DT Cicurug-Cigombong serta DT Jombang-Mojokerto.

Sementara itu, Sekretaris Direktur Jenderal Perkeretapian Zulmafendi dalam laporannya mengatakan bahwa penyerapan keuangan Ditjen Perkeretaapian untuk 2019 sebesar Rp14,8 triliun dari pagu total sebesar Rp17,6 triliun.

“Kendala yang dihadapi memang sangat berat, misalnya pembebasan dan penertiban lahan,” katanya.

Sedangkan untuk pagu anggaran Ditjen Perkeretaapian tahun 2020 adalah sebesar Rp12,5 triliun.

“Dalam kesempatan ini semua direktur dan kepala balai, juga menandatangani perjanjian kinerja. Diharapkan dengan hal ini, kinerja penyerapan tahun 2020 bisa lebih baik dari tahun lalu," ujar Zulmafendi.

BLU Pertama

Dalam rilis juga disebutkan bahwa Ditjen Perkeretaapian telah resmi memiliki badan layanan umum (BLU) pertama, yaitu Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 938/KMK.05/2019 tanggal 26 Desember 2019 tentang Penetapan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan pada Kementerian Perhubungan Sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Dengan BLU ini nantinya LRT Sumsel bisa lebih fleksibel dalam pengelolaan dan pengusahaan aset-asetnya.

Dengan pengusahaan aset ini diharapkan LRT Sumsel bisa mendapatkan dana yang nantinya bisa digunakan membiayai proses jalannya roda organisasi dan ke depan tidak menutup kemungkinan bisa digunakan untuk menutup biaya operasi.

“Selamat kepada kita semua yang telah berhasil melahirkan BLU pertama ini. Tujuan utamanya adalah bagaimana kita bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan juga bagaimana hal ini bisa menambah kesejahteraan bagi pegawai dalam rangka memberikan pelayanan tersebut," ujar Zulfikri.

Sejak beroperasi Juli 2018 sampai dengan awal 2020 ini, jumlah penumpang yang telah diangkut LRT Sumsel sebesar 3,67 juta orang.

Dengan gapeka yang baru saat ini waktu tempuh dari Stasiun Bandara ke Stasiun terakhir DJKA adalah 47 menit yang sebelumnya 60 menit.

Headway yang tadinya 30 menit menjadi 18 menit dan frekuensi perjalanan kereta dari 58 perjalanan menjadi 78 perjalanan.

LRT Sumsel juga telah berperan dalam angkutan atlet Asian Games Ke-18 di Palembang, dan juga ajang olahraga tingkat nasional dan internasional yang dihelat di Palembang.

"Ke depan, kita akan usahakan ada lagi BLU lahir di Ditjen Perkeretaapian, karena potensi untuk itu masih terbuka, misalnya kita punya balai pengujian perkeretaapian, balai perawatan perkeretaapian dan juga balai teknik yang memungkinkan untuk menjadi BLU”, pungkas Zulfikri.

Baca juga: KAI ubah sejumlah perjalanan kereta api mulai 1 Desember 2019

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menhub berikan penghargaan kepada 18 awak pesawat Batik Air

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar