Tiga strategi diusulkan untuk modernisasi koperasi Indonesia

Tiga strategi diusulkan untuk modernisasi koperasi Indonesia

Salah satu koperasi yang telah berhasil melakukan modernisasi dalam operasional kerjanya (Istimewa)

Ada 3 langkah yang dapat dilakukan guna mewujudkan modernisasi koperasi
Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi koperasi Frans Meroga Panggabean mengusulkan tiga strategi untuk memodernisasi koperasi yakni keberadaan lembaga penjamin simpanan, pelibatan koperasi besar, dan kampanye koperasi kepada masyarakat.

“Ada 3 langkah yang dapat dilakukan guna mewujudkan modernisasi koperasi,” kata Frans di Jakarta, Rabu.

Pertama, kata dia, diyakini akan signifikan berdampak bila dibentuk Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) koperasi.

Apalagi menurut dia, kalau keberadaannya kemudian digabung juga dengan fungsi sebagai pemeringkat rating investasi UMKM maka akan sangat efektif dan efisien.

“Pasti otomatis jadi ‘enforcement’ bagi koperasi dan UMKM sehingga berlomba-lomba semakin modern, profesional, dan naik kelas," ujar lulusan Universite de Grenoble Prancis itu.

Kedua, pemerintah diminta melibatkan koperasi yang sudah besar, modern, dan layak jadi percontohan untuk jadi jangkar program modernisasi koperasi.

Hal itu, kata Frans, bisa dilakukan dengan cara pembagian wilayah kerja berdasar daerah mana yang lebih dikuasai dan lebih eksis bagi koperasi jangkar tersebut.

"Menurut riset GORC cukup banyak koperasi yang layak dijadikan koperasi jangkar. KSP Nasari dan Kospin Jasa dengan kredibilitas yang teruji dan jaringan yang luas, sangat layak dipercaya. Juga banyak Credit Union (CU) di Kalimantan dan Indonesia Timur yang modern dan profesional," kata Frans.

Ketiga, diperlukan sebuah program gerakan nasional untuk mengkampanyekan bahwa koperasi adalah badan usaha yang paling sesuai saat ini agar semua elemen bergerak sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan dan menekan ketimpangan sosial.

Hal ini menurut dia, bertujuan agar generasi milenial gemar berkoperasi dengan nilai utama kesetaraan dan berbagi.

"Nilai seperti itu kan milenial banget dengan kebersamaan dan egaliternya. Libatkan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang telah punya jaringan luas dan peduli akan keadilan sosial masyarakat saja," katanya.

Ia mendukung langkah Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk melakukan modernisasi koperasi.

Wakil Ketua Nasari Sentra KUKM ini berkata bahwa contoh koperasi modern pun sudah banyak seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari yang memiliki beberapa PT, dan bergerak di bidang outsourcing, sewa mobil, properti, konstruksi, dan multifinance.

Baca juga: Mimpi modernisasi koperasi ala Teten Masduki
Baca juga: Teten sebut perlunya modernisasi koperasi

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar