ACT temukan banyak korban longsor Kabupaten Bogor yang enggan pulang

ACT temukan banyak korban longsor Kabupaten Bogor yang enggan pulang

Kondisi Kampung Sinar Harapan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat setelah bencana longsor. ANTARA/HO-ACT

kalau bisa sih dapat bantuan pindah lokasi tempat tinggal
Jakarta (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang terjun ke lokasi banjir dan longsor Kabupaten Bogor mengungkap banyak pengungsi yang enggan pulang ke rumah dan berharap bisa pindah ke tempat yang lebih aman.

"Belum tahu kapan balik lagi ke sana, kalau bisa sih dapat bantuan pindah lokasi tempat tinggal,” ungkap salah satu pengungsi bernama Asep kepada ACTNews dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut pengamatan ACT, di Kampung Sinar Harapan di Kabupaten Bogor ratusan rumah yang masih berdiri dibiarkan kosong begitu saja oleh pemilik yang memilih mengungsi.

Baca juga: Gapensi siap bantu upaya relokasi korban bencana Sukajaya Bogor
Baca juga: IPB University beri bantuan untuk korban banjir dan longsor di Bogor


 Asep salah satu pengungsi yang memboyong seluruh keluarganya tinggal di pengungsian di SDN Banar 3.

Tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT bersama tim SAR Gabungan sempat melakukan pencarian korban dengan menggunakan air bertekanan tinggi untuk menyingkirkan lumpur.

Namun, akibat hujan yang terus mengguyur, pencarian dihentikan karena mengkhawatirkan terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan tim SAR yang melakukan pencarian.

Sementara itu, masih banyak warga yang mencari sanak saudara mereka yang hilang saat terjadi longsor dan banjir bandang akibat hujan yang tidak berhenti mengguyur sejak awal 2020, menurut rilis tersebut.

Baca juga: Bupati janji buka semua akses di Sukajaya Bogor pekan ini
Baca juga: PMI kerahkan helikopter salurkan bantuan untuk korban banjir Bogor


Salah seorang pengungsi bernama Manta hanya dapat melihat proses pencairan korban yang masih dinyatakan hilang akibat bencana longsor, termasuk keponakannya yang bernama Cicih Handayani.

Warga yang berhasil menyelamatkan diri, kini mengungsi di posko pengungsian yang terbuat dari terpal dan berada di atas petak sawah yang tidak terkena longsor.

“Ukurannya memang tidak luas, jumlah pengungsinya lebih dari seratus jiwa dari satu kampung. Ya berdesak-desakan gini. Mau bagaimana lagi,” jelas Wulan, pengungsi yang ditemui ACT di Kampung Sibentang, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Tiga korban longsor di Sukajaya Bogor belum ditemukan
Baca juga: Ketebalan tanah yang putuskan akses di Sukajaya Bogor capai 3 meter

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banyak warga bertahan di bantaran sungai

Komentar