Bulu tangkis

Gado-gado jadi menu favorit pebulu tangkis Australia Gronya

Gado-gado jadi menu favorit pebulu tangkis Australia Gronya

Ganda putri Australia Gronya Somerville (kanan) dan Setyana Mapasa (Kiri) bercerita pengalaman mereka selama di Jakarta setelah menjalani pertandingan di Istora Senayan Jakarta. ANTARA/Roy Rosa Bachtiar/pri.

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis ganda putri Australia Gronya Somerville meluangkan waktu senggangnya di turnamen Indonesia Masters 2020 di Jakarta untuk mencoba kuliner khas Indonesia, salah satunya gado-gado yang akhirnya menjadi makanan kegemarannya.

Baca juga: Panitia IM 2020 tingkatkan keamanan pasca kehilangan barang wasit

Perkenalannya dengan kuliner yang terdiri dari variasi sayur rebus dengan siraman bumbu kacang tersebut, terjadi saat ia diajak pasangan mainnya Setyana Mapasa, pebulu tangkis naturalisasi Australia asal Indonesia.

"Mapasa yang mengajakku untuk mencoba makanan lokal selama di Jakarta. Ada beberapa yang sudah saya coba dan saya suka gado-gado. Itu mewakili makanan vegetarian dengan rasa yang sangat enak," kata Gronya saat ditemui di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Minions mantap melangkah ke semifinal Indonesia Masters 2020

Gronya begitu menikmati waktunya selama di Jakarta, bahkan dalam foto yang diunggah di akun Instagramnya, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan saat diundang keluarga Setyana untuk makan bersama di sebuah rumah makan yang masih berada di kawasan Gelora Bung Karno.

Selain gado-gado, makanan yang menyita perhatian pebulu tangkis ini adalah sate dan tempe.

Baca juga: The Daddies lalui babak krusial ke semifinal Indonesia Masters

Menurut pebulu tangkis berusia 24 tahun ini, tempe juga makanan yang cocok untuk vegetarian serta memiliki kandungan gizi yang bagus karena berbahan dasar kacang kedelai.

"Selain gado-gado, yang membuat saya tertarik adalah sate dan tempe. Rasa yang disajikan enak, dan tempe juga terbuat dari kedelai dengan tekstur serta rasa yang berbeda dari tahu," katanya.

Namun, kesempatan Gronya untuk mengenal lebih banyak makanan di Indonesia tidak bisa berlangsung lama karena harus segera kembali ke negara asalnya akibat terdegradasi di babak pertama.

Baca juga: Balas kekalahan atas Kim/Kong, Greysia/Apriyani melaju ke babak final

Di pertandingan pembuka Gronya/Setyana tersingkir setelah memberikan perlawanan keras pada pasangan unggulan keempat asal Jepang Misaki Matsumoto/Ataka Takahashi.

Meski sempat mengimbangi skor di gim kedua, Gronya/Setyana harus menyerah dalam rubber game 13-21, 21-17, 9-21.

Meski tak bisa bermain lebih lama di turnamen kelas Super 500 ini, Gronya dan Setyana mengaku puas dengan permainan yang sudah mereka lakukan. Terlebih mereka juga banyak menerima dukungan dari warga Indonesia yang menonton pertandingan mereka di Istora Senayan.

Baca juga: Apriyani akui kini lebih berani dan percaya diri

"Ya cukup puas meski hasilnya tidak sesuai harapan. Kami sudah keluarkan kemampuan semaksimal mungkin, mungkin perlu meningkatkan kerja sama lagi," kata Setyana.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Keputusan Pensiun, Tontowi sudah pikirkan secara matangĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar